Skip to main content

Belajar Komunikasi Hari Kedua

Hari kedua saya memfokuskan perhatian saya pada solusi daripada masalah membuat saya lebih memiliki ruang untuk berpikir di dalam kepala saya. Saya merasa lebih bisa mengendalikan emosi saya. Hal ini rupanya memengaruhi emosi si sulung juga.

Si kakak lebih kooperatif dan tidak rewel. Mungkin merasa lebih diperhatikan dan tidak menjadi pusat masalah. Ketika diminta melakukan sesuatu, saya tidak perlu mengulangi sampai berkali-kali.

Tadi sore, setelah berbuka puasa dia mau makan kacang. Dia berusaha mengupas sendiri, karena belum mampu membuat sampah berserakan. Sebelum saya belajar, peristiwa semacam ini pasti membuat saya jengkel hasilnya si kakak kena semprot😀. Maafkan Bunda, ya, Kak. Hiks. Tapi tadi merupakan prestasi buat saya karena saya sama sekali tidak marah. Saya langsung mengajak kakak membersihkan sampahnya. Lalu saya ajak mengambil wadah sampah dan mengupas bersama-sama. Yaaay!!!

Walaupun saya sedang menggendong baby, saya sama sekali tidak panik. Dan yang paling berharga adalah tidak ada ketakutan atau rasa bersalah di wajah kakak. Ooooh, sooo amazing.... Bear hug buat kakak.

#level1
#day2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.