Skip to main content

Posts

Showing posts with the label bunda cekatan

Mencari Tim yang Solid

Setelah kami belajar mencari masalah, saatnya kami belajar untuk memecahkan setiap masalah. Kami harus mencari partner yang sedang menggadapi masalah yang sama atau sudah mahir di bidang tersebut untuk menjadi sebuah tim yang solid. Untuk itu kami harus shout out masalah kami agar bertemu dengan orang yang merasakan hal yang sama.  Awalnya saya berdebar-debar apakah permasalahan yang sedang saya hadapi ini juga dihadapi oleh orang lain? Ternyata saya tidak sendirian, saya bertemu Mbak Indah, Mbak Eka (satu HIMA Bogor), Mbak Hanny (Regional Bogor), Mbak Lia (Regional Bogor), dan teman satu cohouse Mbak Lisa. Betapa bahagianya ternyata saya tidak sendiri. Bertemu dengan tim yang bukan hanya merasa senasib sepenanggungan, tetapi juga memiliki berbagai keahlian yang saling melengkapi. Semoga tim ini bisa solid sehingga mampu memberikan manfaat kepada orang banyak nantinya.  Saya memutuskan membuat text-visual campaign dan berencana memberikan voice over, tetapi ternyata tidak berh...

Menghargai Setiap Kemajuan Kecil

Duluuu, ketika awal memasuki tahapan bunda cekatan, mendengar dongeng Ibu Septi bahwa hanya ada dua macam pekerjaan pada akhirnya, yaitu pekerjaan yang membahagiakan dan pekerjaan yang membahagiakan banget. Waktu itu, rasanya masih ragu-ragu apakah nanti saya bisa merasakan bahagia ketika mengerjakan pekerjaan domestik. Saya mencoba bertahan, mengandalkan rasa penasaran dan tekad kuat untuk melanjutkan setiap tahapan. Meski ada up and down ketika menjalankannya, saya bertekad harus bertahan. Hingga sampai tahap dengan metode mentorship ini, masya Alloh tabarokalloh, akhirnya saya menemukan kebahagiaan itu. Kebahagiaan mengerjakan setiap tugas meski sepele atau bahkan melelahkan. Tidak lagi banyak mengeluh atau mencari alasan pembenaran saya meninggalkan tugas. Pencapaian ini tak lepas dari dukungan mentor yang dengan sabar dan pengertian membersamai proses belajar saya. #terimakasihmentor. Dan tak hentinya saya bersyukur dan bersyukur mampu belajar hingga sejauh ini. Semoga saya ...

Menatap Masa Depan

Pekan ini terasa seru dan menyenangkan dengan melihat setiap perkembangan yang dilalui setiap harinya. Menambah semangat dan jam terbang. Pekan ini saya merasakan percepatan yang luar biasa. Membawa kebahagiaan tersendiri bagi saya. Semoga dirasakan juga oleh orang-orang sekitar. Menurut suami beliau merasa terbantu. Alhamdulillah. Bagaimana perkembangan yang saya alami? Gambarannya kurang lebih seperti ini: Jumat, 26 Juni 2020 Sukses apa hari ini? Saya sukes melawan rasa malas. Awalnya akan tidak mengerjakan tugas, karena terasa mengantuk ternyata mampu melawan dan menyelesaikan tugas harian ditambah membantu suami membuat kemasan barang dagangan. Apa kunci sukses hari ini? Kemauan kuat, disiplin, eat the frog.  Pengen sukses apa esok hari? Meski suami libur, tetap menyelesaikan tugas, bermain bersama anak-anak. Sabtu, 27 Juni 2020 Sukses apa hari ini? Cucian baju selesai, tetap membersihkan rumah, bermain bersama anak-anak, berhasil  beautifying myse...

Kemajuan pada Diri dan Umpan Balik dari Orang Sekitar

Setelah melaksanakan taktik penyelesaian tantangan, saatnya meninjau kemajuan yang telah diperoleh. Secara garis besar, capaian yang saya peroleh sekitar 80% untuk target satu bulanan. Ini merupakan pencapaian yang membahagiakan bagi saya. Berikut strategi yang saya canangkan, dan capaian yang telah di peroleh: - menyusun dan melaksanakan kegiatan harian sesuai prioritas harus tercapai pada 6 Juli 2020. Tercapai 90% , cara prioritas saya menggunakan eat the frog. Mengerjakan tugas tersulit menuju tugas termudah. Tugas tersulit bagi saya adalah menyapu dan mengepel, mencuci, dan setrika. Tiga hal tersebut yang akan menentukan mood saya di hari tersebut. Emang bisa selesai semua di pagi hari, Mak? Oh, tidak. Saya hanya manusia biasa, hehehe. Saya membagi pekerjaan tersebut untuk pagi dan malam hari. Kegiatan pagi adalah mencuci baju, setrika baju, serta menyapu dan mengepel teras. Yang harus dikerjakan tanpa anak-anak terlibat adalah setrika. Jadi ketika anak-anak sudah bangun, ma...

Meninjau Kembali

Proses bersama mentor sudah berjalan sejauh ini. Kalau yang Emak rasakan bisa mengingatkan kembali untuk fokus dalam belajar, menambah motivasi dan semangat  untuk memperbaiki diri. Mentor saya baik banget, sering menanyakan perkembangan yang sudah saya dapatkan. Mendengar dengan sabar keluh kesah saya. Melalui pesan tertulis, saya bisa leluasa menceritakan yang saya alami dan saya rasakan, dan mentor saya tidak keberatan. Terima kasih Mbak Muja, masya Alloh tabarokalloh.  Perjalanan saya memang masih panjang, tapi untuk mencapainya saya mulai menemukan ritme langkah menuju target capaian saya. Menjaga konsistensi dan komitmen menjadi tantangan saya. Menyiasati perasaan lelah dan bosan dengan kegiatan selingan tanpa mengubah jadwal harian dapat menjadi pemicu semangat saya. Sedikit demi sedikit langkah saya dapat menuju target capaian saya. Semoga tetap on track sehingga target tercapai sesuai dengan tenggat waktu yang telah saya tentukan. Semoga perjalanan yang bakal ...

Belajar Berencana

Membuat tujuan yang jelas tentang keinginan yang ingin dicapai memang belum pernah emak lakukan. Biasanya, sih go with the flow aja. Tapi, memang kurang ada motivasi untuk mendapatkannya. Dan Alloh itu sesuai prasangka hambanya, ketika kita yakin maka Alloh kabulkan. Meski kita hanya mampu berencana dan Alloh yang menentukan hasilnya, bukan berarti rencana yang kita buat pasti bakal beralih menjadi sesuatu yang lain, kan. Bisa saja rencana kita berjalan mulus dengan ijin Alloh. Maka, bismillah emak mencoba memacu diri melalui rencana pencapaian dalam beberapa kurun waktu ke depan. Prioritasnya ada pada manajemen waktu dan kegiatan kerumahtanggan . Kenapa? Karena dua keterampilan tersebut yang emak butuhkan tertata dengan baik agar bisa menjalankan berbagai hobi tanpa meninggalkan kewajiban menjalani peran sebagai ibu dan istri. Menghindari rasa bersalah ketika peran tersebut tidak terlaksana dengan baik hanya karena melaksanakan peran individu. Menurut saya itulah kunci menjalani...

Ngulik Diri dan Kencan Pertama dengan Mentor

Berdasarkan pengalaman menjalankan tantangan selama 30 hari tahap lalu, rasanya masih banyak kekurangan yang mesti diperbaiki lagi. Bahkan untuk konsisten menulis daftar kegiatan saja membutuhkan tekad sekuat baja. Saya, masih lembek dan bolong-bolong 🙈. Komitmen dan konsistensi (ceu kokom)  perlu diasah dan ditempa lagi pada diri ini. Sering sekali keinginan leyeh-leyeh lebih besar daripada ceu kokom, mengalah pada penundaan pekerjaan menimbulkan penumpukan yang berujung pada kemalasan, lalu kembali pada tumpukan yang semakin menggunung dan terjadilah lingkaran menyesatkan tanpa akhir. Kemampuan untuk nrimo akan keadaan juga menjadi kunci sukses pelaksanaan kandang waktu ternyata. Selama ini saya tidak bisa memberlakukan cut off time secara baik dengan dalih pekerjaan yang tinghti sedikit, tanggung, dan kurang bisa menerima kondisi pekerjaan yang belum tuntas, membuat pekerjaan berasa tidak ada habisnya. Beruntung sekali bertemu dengan mentor yang pengertian. Kebetulan seka...

Belajar Terbang

Berada di tahap ini kami belajar kepada seorang mentor sekaligus menjadi mentor. Mencari mentor tidak terlalu sulit bagi saya. Sekali ditolak lamaran saya oleh mentor. Lalu tak patah arang, mencari mentor lain yang sesuai dengan kebutuhan saya, menahan godaan berbagai macam ilmu bwrseliweran sepanjang perjalanan, akhirnya bertemu juga dengan mentor baik hati mbak Muja. Masya Alloh, lega rasanya ketika beliau menerima pinangan saya. Semasa perkenalan kemarin mbak Muja begitu sabar mendengarkan jeritan hati saya. Eaaaa. Sungguh saya sangat membutuhkan bantuan untuk mempraktikkan ilmu manajemen waktu. Daaaan, mbak Muja sudah menyusun kurikulum yang akan kami pelajari selama delapan pekan ke depan. Masya Alloh, sangat terstruktur dan rapi, membantu sekali untuk fokus. Setelah mendapatkan mentor asyik untuk ngobrol, eh saya dapat lamaran dari beberapa mentor yang dengan terpaksa harus saya tolak. Huhuhu. Andaikan boleh belajar dengan lebih dari satu mentor tentu akan saya terima semua m...

Menggapai Itu Butuh Usaha, Mempertahankan Itu Butuh Tekad

Yaaaay!! Selesai, deh emak berpuasa untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Eh, selesai? Rasanya enggak, deh. Masih banyak rapor merah dan harus diperbaiki. Konsistensi emak sangat diuji, kemauan dan tekad yang kuat harus selalu dipupuk untuk melawan berbagai godaan yang menghambat pembatasan kebiasaan buruk. Rapor puasa pekan 4 Beberapa kali mendapatkan rapor excellent, tapi setelahnya buruk lagi. Ternyata mempertahankan prestasi memang butuh tekad. Tidak boleh mudah terlena dengan hasil capaian sebelumnya. 

Hari 30, Tantangan 30 Hari

Huraaaaay!!  Sampai juga di hari terakhir. Kok, rasanya masih belum puas ya? Maklum masih banyak rapor merah dan kurang konsisten. Semoga bisa istiqomah melanjutkan kebiasaan baik ini. Hasil hari ini tidak terlalu memuaskan karena belum terselesaikan semua pekerjaan domestik. Masih menyisakan tumpukan dishes dan laundry. Perlu sekali mengelola energi untuk mengerjakan pekerjaan domestik dan memebersamak anak-anak, terutama si bungsu yang sedang aktif bereksplorasi. Ditambah dengan penerimaan terhadap kondisi yang tidak sesuai dengan idealisme membutuhkan pengelolaan emosi yang lebih baik lagi. Hasil hari ke - 30 Rapor hari ke - 30

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30

Hari 28, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 28 dan rencana hari ke - 29. Hasil hari ke - 28 Rapor hari ke - 28 Tidak sempat membuat rencana kegiatan harian hari ke - 29.

Hari 27, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 27 dan rencana hari ke - 28. Hasil hari ke - 27 Rapor hari ke - 27 Rencana hari ke - 28

Hari 26, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 26 dan rencana hari ke - 27. Hasil hari ke - 26 Rapor hari ke - 26 Rencana hari ke - 27

Hari 25, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 25 dan rencana hari ke - 26. Hasil hari ke - 25 Rapor hari ke - 25 Rencana hari ke - 26

Hari 24, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 24 dan rencana hari ke - 25. Hasil hari ke - 24 Rapor hari ke - 24 Harus menerima kenyataan bahwa tidak layak mendapatkan badge (lagi) 😢. Rencana hari ke - 25 tidak sempat terdokumentasikan.

Hari 23, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 23 dan rencana hari ke - 24. Hasil hari ke - 23 Rapor hari ke - 23 Tidak sempat membuat rencana untuk hari ke - 24.

Hari 22, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 22 dan rencana hari ke - 23. Hasil hari ke - 22   Rapor hari ke - 22 Rencana hari ke - 23

Hari 21, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 21 dan rencana hari ke - 22. Hasil hari ke - 21 Rapor hari ke - 21 Rencana hari ke - 22

Hari 20, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 20 dan rencana hari ke - 21. Hasil hari ke - 20 Rapor hari ke - 20 Rencana hari ke - 21