Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kelas ulat

Bongkar Muatan

Lelah berkelana sampai juga di sini. Saatnya membuka hasil "buruan" ilmu. Sudah dapat apa aja, Mak? Diriku dapat banyak, deh! Coba, coba tak gelar dulu, yaa! Dari peta itu, baru berhasil makan tips dan trik pekerjaan rumah tangga, membuat kandang waktu, dan skala prioritas. Bergabung dengan Keluarga Cemara ilmu yang paling berkesan adalah tips setrika karena merupakan rutinitas yang memiliki tantangan terbesar bagi saya. Ditambah beberapa potluck yang hasil "buruan" sekarang setrika menjadi aktivitas yang bisa dan suka saya kerjakan. Masya Alloh, tabarokalloh 😍. Kegiatan menyapu dan mengepel pun sekarang jauh lebih mudah dengan potluck yang saya dapatkan. Menyapu sambil mengepel merupakan temuan epic saya. Setelah dipraktikkan sangat membantu dan menghemat waktu dan tenaga. Keluarga Uluwatu menyediakan segudang ilmu baru tentang manajemen waktu bagi saya. Lalu saya masuk ke kamar kandang waktu dan prioritas. Di sini saya belajar banyak sekali bahwa ternyat...

Camp Ground

Seseruan bareng teman-teman ulat kali ini, gaes. Saatnya kepo-kepo berfaedah sama temen ini. Saling berbagi pengalaman selama belajar bareng keluarganya masing-masing. Dan banyak banget ilmu yang membuat mata berbinar, masya Alloh 😍. Selama perjalanan mencari nutrisi ini saya masih sedikit tertatih mengikuti derasnya aliran ilmu dari Keluarga Uluwatu. Manajemen waktu memang menjadi makanan pokok saya karena dalam konsep pemikiran saya, untuk melaksanakan semua kegiatan memerlukan pengelolaan waktu yang baik sehingga setiap tugas terlaksana dengan baik. Banyak sekali yang perlu dipelajari, tapi senang sekali berada di keluarga tersebut. Ilmu-ilmunya aplikatif dan bisa langsung diterapkan. Banyak solusi dari teman-teman ketika kita menghadapi beberapa tantangan dalam menerapkan ilmunya.  Jadi untuk saat ini Keluarga Uluwatu masih ter-love, deh. Lalu saya jalan-jalan ke Keluarga Cemara. Dan di keluarga ini masya Alloh ilmunya kereeen banget. Dari sini saya mendapat berbagai tips ...

Memilih Metode Kandang Waktu

Memiliki bayi yang masih bergantung dengan kita membutuhkan keterampilan khusus. Terutama dalam menyelesaikan pekerjaaan rumah tangga. Segala kegiatan yang dilakukan memerlukan pengaturan waktu supaya pekerjaan terlaksana dengan baik dan ibu tetap bahagia. Bagi emak seperti saya, yang membahagiakan pada pekerjaan domestik adalah jika pekerjaan tersebut terselesaikan. Saya lebih memilih mengerjakan sedikit pekerjaan tetapi tuntas daripada banyak pekerjaan yang hanya terselesaikan sebagian. Nah, menyesuaikan dengan waktu MengASIhi yang lebih sesuai dengan saya adalah membagi waktu berdasarkan aktivitas anak. Waktu anak tidur, saya menyelesaikan pekerjaan domestik menyapu dan mengepel, menyetrika atau memasak dan beberes dapur. Kegiatan yang tidak memungkinkan keterlibatan anak berada dalam kandang waktu ini. Kemudian ketika anak bangun tetapi bisa main sendiri, saya mencuci atau melipat cucian kering atau beberes. Jika anak memungkinkan diajak ikut berkegiatan bersama, anak akan Emak...

Menemukan Keluarga Baru, Keluarga Uluwatu

Dalam pencarian Mamak tentang pengelolaam waktu membawa Emak ke sebuah rumah baru. Kami menamainya Uluwatu, ulat-ulat waktu. Artinya ulat-ulat yang sedang belajar tentang pengelolaan waktu. Awalnya kami merasa kewalahan dengan diskusi panjang dengan 400 lebih anggota keluarga dari seluruh regional. Perbedaan jam online membuat ratusan hingga ribuan percakapan harus dipanjat pelan-pelan. Anggota keluarga saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pegeloaan waktu. Lama-lama ketagihan dan nggak bisa berhenti makan 😅. Nah, perlu belajar lagi, kan kalau kaya gini, biar nggak serakah. Makan sesuap demi sesuap supaya tetap sehat. Menyimak berbagai pengalaman dari setiap anggota keluarga ketika mengelola waktu membuka mata Emak. Bahwa mengatur waktu itu banyak caranya. Banyak istilah-istilah baru yang dikenal Emak sekarang. Banyak sekali makanan lezat yang tersaji di meja. Sesuatu yang baru untuk Emak misalnya tak selalu multitasking itu baik. Kelelahan saat melakukan beberapa p...

Kardus Sepatu Buruk Rupa Menjadi Berharga

Ada beberapa tipe orang saat membeli sepatu berdasarkan penggunaan kemasannya. Hihihi ini mah perkiraan Emak aja, ya. 😁 Pertama, pembeli sepatu hanya mau sepatunya saja, kardus tidak dibawa dan sepatu langsung masuk kantong belanja atau langsung dipakai.  Kedua, pembeli tetap membawa kardus sepatunya ke rumah. Lalu, tipe ini dibagi lagi, nih. Tipe 2A kardus dibuang ke tong sampah. Tipe 2B kardus ditumpuk buat dirongsokin atau diserahkan ke sedekah rongsok. Tipe 2C kardusnya dimanfaatkan untuk sesuatu.  Nah, masuk ke tipe 2C inilah Emak ABC. Nggak mau rugi bin irit 😂. Kalau lihat kardus itu bawaannya pengen bebikinan. Kali ini Emak bagikan tips memanfaatkan kardus bekas sepatu, yang buruk rupa supaya menawan dan berguna.  Yuk, simak videonya. 

Petualangan 2

Yuhuuu, saatnya berpetualang untuk kedua kalinya ini. Ceritanya kami sedang di dalam goa 😱 mencari makanan di dalam kegelapan. Si ulat mengikuti jejak-jejak suara merdu dedaunan yang saling berkeresak dan cahaya matahari yang menembus celah bebatuan goa, menajamkan pendengaran dan memanfaatkan secercah cahaya untuk memilih makanan yang sesuai untuk kebutuhan pertumbuhannya. Dalam pencarian itu, si ulat menemukan daun lezat dan bernutrisi. Lahap benar dia menyantap daunnya. Ada dua makanan lezat yang ditemui si ulat. 1. Tips Bahagia Melakukan Tugas Domestik Tanpa Asisten Rumah Tangga dari Bunda Siska Mardiana Kurniawaty Dari potluck yang dibagikan beliau emak mendapatkan tips menarik tentang membersihkan lantai yang praktis, bisa menyapu sambil mengepel dalam satu waktu. Wow, super, deh tipsnya. Hemat waktu, bisa dipakai luluran sisa waktunya 😍😍. 2. Mengelola Emosi dengan Pemahaman Falsafah Jawa dari Bunda Zakiyah Darojah Yang paling berkesan adalah "nrimo" atau men...

Petualangan 1

Kemerdekaan belajar membuat kita bebas memilah dan memilih ilmu dalam belantara pengetahuan. Namun, jika tidak berhati-hati, kita bisa salah memakan ilmu pengetahuan sampai tersesat tanpa arah yang mengakibatkan kita tidak sampai tujuan. Emak sempat merasa serakah ingin melahap segala ilmu yang terhidang di depan mata. Rasanya semua penting dan perlu dipelajari. Dan membuat Emak hampir saja tersesat jauh ke dalam hutan tak bertuan. Untunglah segera sadar dan kembali ke jalan yang benar. Mengingat Dora, Emak berteriak, "katakan peta, katakan peta!" 😁 Lalu segera berpegang pada mind map yang telah dibuat sebelumnya, sehingga memudahkan Emak dalam memilah dan memilih ilmu yang harus dipelajari. Supaya nggak kewalahan dan fokus belajarnya, Emak memilih belajar tentang manajemen waktu. Minggu ini Emak mendapatkan sumber ilmu: "Manajemen Waktu" dari sumber https://www.kajianpustaka.com/2019/02/manajemen-waktu.html?m=1 Setelah Emak belajar, ada satu hal menar...