Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Bunda Sayang

Internet untuk Kebaikan

Begitu masifnya internet digunakan saat ini memberikan kesempatan kepada kita untuk membuka dunia seluas-luasnya. Begitu pun untuk anak kita. Meski tidak jarang ada kesalahan dalam penggunaan internet yang ditemukam pada anak-anak, bukan berarti kita harus takut dalam menggunakannya. Sesungguhnya, mindset kitalah yang perlu diperbaiki dalam mengahadapi sebuah kemajuan. Karena sesungguhnya manusia akan mencari sesuatu yang sesuai dengan yang kita pikirkan. Jika dalam mindset kita internet adalah sarana untuk membantu kita, maka itulah yang akan kita temukan dan gunakan. Sebagai orang tua yang menjadi tauladan bagi anak-anak, tentunya sikap seperti ini akan diamati oleh anak-anak. Dengan begitu mereka akan belajar, mereka akan meniru sikap terhadap suatu kemajuan teknologi. Orang tua perlu membekali diri dalam setiap kemajuan yang terjadi sehingga kita mampu memberikan contoh dalam bersikap kepada anak-anak. Akan susah melarang anak-anak menggunakan internet karena begitu dinamisnya ...

Melunasi Hutang

Konsistensi Cia untuk makan sendiri memang sangat rendah. Dia memilih untuk lapar daripada makan sendiri. Maka dari itu emak mulai memutar otak untuk merangsang produktifitasnya. Cia sudah hampir seminggu absen mengaji. Hal ini saya jadikan pintu masuk untuk bernegosiasi kembali dengan Cia. Kesepakatannya adalah jika dia mampu menuntaskan sampai halaman yang ditunjuk dengan lancar, maka "hutang"nya "lunas". Seketika, rasa malas Cia untuk belajar mengaji langsung sirna digantikan mata yang berbinar-binar dan semangat yang membara. Kemudian untuk mengantisipasi long weekend yang memungkinkan Cia meminta mainan atau sesuatu lagi, saya mengajaknya untuk mengejar ketertinggalan target mengajinya. Lalu muncullah antusiasme baru untuk menyelesaikan target belajarnya. Target Belajar Cia untuk melunasi pensil Hello Kitty  #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial

"Membayar" untuk Pensil Hello Kitty

Kemampuan bernegosiasi Cia semakin hari semakin meningkat. Dia pandai sekali mencari celah untuk mendapatkan keinginannya. Permintaan di luar kesepakatan biasanya muncul ketika kami sedang berkunjung ke kerabat atau sedang rekreasi. Barang-barang permintaannya juga sesuatu yang jarang sekali kami dapati di kehidupan sehari-hari. Hal ini biasanya membuat emak bertekuk lutut, hingga mengabulkan permintaannya. Setelah berhasil meluluhlantakkan pertahanan emaknya tempo hari, giliran emak membuat kesepakatan dengannya untuk "membayar" pensil yang telah dibelinya. Cia membayar pensil dengan makan sendiri sehari sekali selama di rumah budhe. Karena selama di rumah budhe ini dia selalu minta disuapi, kali ini dia malah berinisiatif untuk makan sendiri. Jika sampai kami pulang kembali Cia mau makan sekali sehari selama di rumah budhe, maka "hutang"nya dianggap lunas dan tabungan yang telah terkumpul aman di rumah.  Tugas selanjutnya adalah memberikan pengertian bahwa ...

Pernak Pernik Hello Kitty

Kesulitan lain kami ketika belajar tentang kecerdasan finansial adalah ketika kami berkunjung ke rumah saudara. Dengan value yang berbeda dan keinginan menjamu anak-anak sebaik mungkin karena jarang bertemu saya menjadi kelabakan. Ketika jalan-jalan anak-anak mendapatkan kebebasan memilih beberapa item untuk dibeli hingga pelajaran kami menjadi lebih sulit diterapkan. Apalah daya emak hanya bisa memberikan batasan harga item yang boleh dibeli. Dan ketika ke sebuah tempat yang sedang mengadakan event tertentu membuat rayuan Cia semakin sulit ditolak. Kali ini kami sedang ke sebuah mall yang mengadakan event penjualan produk Sanrio. Bee yang menyukai Hello Kitty histeris saking senangnya begitu banyak pernak pernik Hello Kitty. Lari dari satu counter ke lainnya sambil berteriak histeris menunjuk setiap gambar Hello Kitty yang ditemuinya. Hampir setiap item bergambar Hello Kitty dipeluk dan diciumnya. Lalu ketika sampai di counter stationary, Cia melihat pensil dengan hiasan Hello K...

Menahan Kinginan

Menabung sudah menjadi kebiasaan bagi Cia, namun yang lebih sulit adalah mengontrol keinginan untuk membelanjakannya. Tujuan tabungan Cia masih sering berubah-ubah sehingga saya masih kesulitan untuk mengajaknya fokus pada satu tujuan.  Ketika melihat sebuah mainan yang menarik perhatiannya Cia biasanya langsung meminta mainan. Kadang kami masih bisa mengingatkan tentang tujuan kami ke suatu toko. Cara ini berhasil menahan keinginannya untuk membeli mainan tersebut. Namun saat di rumah dia akan terus membicarakan tentang mainan tersebut.  Tabungan belum seberapa tapi keinginan sudah luar biasa banyaknya. Hehehe.  Apalagi jika sedang berada di rumah budhenya, rasanya aturan yang kami sepakati banyak yang lepas. Sepertinya perlu penguatan dari emaknya sendiri untuk tetap konsisten di manapun berada.  Saat kunjungan ke rumah budhenya kali ini Cia dua kali menggambar dan mewarnai maka kami memberinya "upah"  dengan mengabulkan permintaannya membeli es...

Membeli Pempek

Ada seorang pedagang pempek yang selalu keliling di komplek kami. Pempeknya murah dan cukonya berasa nendang. Cia senang membeli pempek kapal selamnya dimakan tanpa cuko. Setiap membeli Cia ingin membeli banyak-banyak untuk stok camilannya. Selalu minta beli lima biji untuk dibagi satu aama adiknya. Padahal dia makan dua biji saja sudah kekenyangan. Saya kadang memintanya membeli secukupnya saja tapi dia menolak. Karena beberapa hari ini dia sudah mulai menabung, kali ini saya coba dia membeli dengan uangnya sendiri. Tapi ternyata dia belum mau mengambil tabungannya demgam dalih bahwa tabungannya itu untuk membeli mainan. Karena si abang penjual pempek sudah terlanjur berhenti dan kasihan jika dibatalkan maka emak harus mengalah membayar pempek pesanan Cia. Memang tidak salah jika Cia menolak menggunakan tabungannya. Karena sedari awal niatnya adalah untuk beli mainan bukan jajajan. Hihi. Anak yang tidak mau rugi. Mungkin setelah ini perlu dijelaskan fungsi tabungannya. #KuliahBu...

Hasil Pameran Pertama Cia

Membiasakan kemandirian finansial sangat penting bagi kehidupan anak-anak kelak. Setelah berhasil meraih kesepakatan dengan Cia akhirnya dimulailah eksekusi penghargaan atas jerih payahnya. Saat bermain bersama adiknya Cia tampah asyik dan tidak seberisik biasanya. Beberapa waktu kemudian terdengar Cia mengajak adiknya bahwa ingin menunjukkan sesuatu kepada saya. Ternyata Cia menunjukkan gambar buatannya. Adiknya tak mau kalah pun menunjukkan gambat abstraknya. "Bunda, lihat ini Air (helikopter pemadam kebakaran di film kartun Tayo)." "Wah, kerennya. Kakak gambar sendiri helinya. Apa nyontoh?" "Kakak gambar sendiri, Bunda." "Wah, hebat. Udah bisa gambar helikopter sendiri, yaaa." Melihat gambar Cia kali ini membuat saya terkejut. Pertama, karena Cia mengamalkan cara pewarnaan mendekati cara yang dipelajarinya di sekolah gambar. Kedua, gambarnya kali ini berbentuk nyata dan jelas bagi orang lain yang melihatnya. Ketiga, dan ini yang me...

Kesepakatan Cara Menabung

Menjelaskan konsep menabung dengan hasil upayanya sendiri dan kontrol dari diri sendiri pada Cia mulai menunjukkan perkembangan. Cia setuju mendapatkan "upah" atas upaya yang dilakukannya. Beberapa nilai kegiatan langsung disepakati Cia. Namun saat membahas kegiatan mengaji Cia mengajukan tawaran dengan nilai tinggi. Hal ini mengejutkan kami tentu saja. Hehehe "Ngajinya dua lembar dua ribu, ya, Kak." "Empat ribu, Bun." "Wah, banyaknya. Satu lembar seribu, kalau kakak mau dapat empat ribu ya empat lembar." Cia berhenti untuk berpikir sejenak lalu menyetujui kesepakatan kami. Kegiatan Cia yang bernilai diantaranya, membantu membuang sampah, mengaji, membuat hasil karya, dan hasil menggambar setiap minggu. Khusus untuk menggambar dan membuat prakarya kesepakatan yang diambil adalah harga ditentukan berdasarkan kerapian, kerumitan, kindahan, dan usaha hasil karyanya. #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHar...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Tawar Menawar Konsep Tabungan

Ketika Cia diajak menabung untuk membeli keinginannya sendiri, Cia masih menolak mentah-mentah ide ini. Kalau di tanya apa keinginannya, pasti dijawab membeli mainan baru. Tapi ketika diberi tugas supaya dapat uang yang bisa ditabung, dia masih menolak. Pe er emaknya banget ini untuk mendapatkan kesepakatan dengannnya. Saya masih berusaha bernegosiasi dengannya, mungkin perlu strategi lain selain hanya ngobrol. Lalu, terbersit di pikiran saya jika proyek-proyek kecil yang saya tawarkan dengan upah kecil Cia menolak, mungkin disebabkan dia merasa upah kecil tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk terkumpul. Sehingga ada rasa enggan menunggu yang membuatnya menolak kesepakatan ini. Tetapi untuk konsep rezeki yang datang dari Tuhan, Cia sudah bisa sedikit memahami. Saya ajarkan untuk meminta keinginan apapun pada Tuhan dengan berdoa. Saya rasa untuk  hal ini Cia sudah sangat paham, hanya saja pelaksanaannya yang belum terwujud. Menanamkan konsep memang lebih sulit daripada pe...

Menabung dengan Tujuan

Si Kakak Cia adalah anak yang all out. Jika menyukai sesuatu dia tidak tanggung-tanggung dari baju, buku, hingga mainan harus berhubungan dengan kesukaannya. Karena banyak sekali keinginannya saya membiasakan tidak langsung memberikan keinginannya tersebut. Saya biasa mengatakan kalau kami harus menabung dulu untuk membeli sesuatu yang bukan kebutuhan. Kadang saya harus menjelaskan jika kami sudah menghabiskan uang untuk mainannya, uang kami tidak cukup untuk biaya hidup selama sisa bulan tersebut. Namanya anak-anak baru mengenal konsep kebutuhan dan keinginan ada juga saatnya dia tidak memerima penjelasan ini dan masih ngotot untuk meminta. Jika ini yang terjadi saya biasanya akan memberikan penjelasan berulang atau memberi ultimatum tentang kebutuhan pokok yaitu makan. Biasanya dia segera menerima penjelasan ini. Kali ini saya akan mencoba memberikan reward yang bisa dia tabunh sendiri untuk mencapai tujuannya. #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RejekiItuPastiKemulia...

Kerabat yang Berkunjung

Cia senang sekali jika temannya bermain ke rumah, apalagi ada kerabat yang berkunjung. Kebetulan kerabat yang berkunjung memiliki anak perempuan berusia dua tahun. Cia senang sekali bisa bermain bersama. Bermain macam-macam mulai perosotan hingga mengeluarkan semua isi kulkasnya. Cia sibuk sekali bermain hingga lupa waktu untuk tidur. Biasanya waktu tidurnya sehabis isya', ini dia bermain hingga jam 9 malam itupun setelah dibujuk dan dirayu. Sedangkan Bee lebih banyak mengamati kakaknya bermain bersama di awal. Bee belum mau terlibat permainan mereka hingga dia merasa benar-benar aman. Bee memerhatikan dari kejauhan keasyikan kakaknya bermain perosotan. Akhirnya setelah beberapa waktu Bee mau juga terlibat dalam permainan tersebut dan ikut bersenang-senang bersama. Kedua anak ini memang memiliki karakteristik yang berbeda, masing-masing unik dengan kelebihannya. Mood yang kadang tidak selaras membuat kemungkinan bersinggungan sangat besar. Sehingga kadang terjadi selisih paham ...

Mengenal Pabrik

Ketika sedang menunggui saya menyetrika Cia bertanya mengenai pabrik. Apa itu pabrik, ada pabrik apa saja, mengapa pabrik mencetak barang tertentu saja, dan bagaimana produksi tersebut berjalan. Pertanyaan ini terus saja dia cecarkan kepada saya. Saya menjelaskan ada proses mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi di pabrik. Dan pabrik mengerjakan proses produksi suatu barang dengan jumlah banyak. Lalu dia menanyakan satu per satu barang yang diketahuinya diproses di pabrik, mulai dari kain, baju, mainan pony, mainan lain, hingga bertanya pabrik rumah. Hehehe Lalu saya jelaskan bahwa bahan baku pembuatan rumah seperti, semen, baru bata atau batako, besi dicetak di pabrik. Dan disusun oleh pekerja atau tukang. Cia masih mengejar dengan bagaimana proses di pabrik itu, lalu saya carikan video tentang cara segala sesuatu dibuat. Saya mulai dengan produk yang familiar yaitu gula aren lalu mainan. Melihat rumitnya proses pembuatan sebuah mainan dinosaurus, Cia sedikit heran ternyata ma...

Menghabiskan Energi

Cia anak dengan energi yang sangat tinggi. Siang hari dia habiskan untuk bermain di dalam rumah. Meski disuruh tidur siang beristirahat sejenak, Cia menolak. Saya yang sudah tidak kuat lagi menahan kantuk akhirnya meninggalkannya tidur siang dengan harapan jika tidak ada teman dia mau menyusul tidur. Namun yang terjadi malah sebaliknya, Cia menata lebih banyak kursi untuk dia bermain lompat-lompatan. Sampai saya bangun Cia masih melompat-lompat dari kursi dan prosotan. Ketika kami bangun, Cia diminta memijit ayahnya dengan jalan di atas punggung. Ini pun dilakukannya dengan melompat-lompat di atas kasur. Kelebihan energinya ini biasanya disalurkan di luar rumah tetapi karena sedang hujan dia salurkan di dalam rumah. Rupanya kegiatan dalam ruang kurang menguras energi sehingga Cia tidak berhenti melompat-lompat. #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunsayIIP #BintangKeluarga

Sekolah Mewarnai

Cia senang corat coret. Setiap ada waktu luang Cia menggambar di buku lalu dia ceritakan isinya kepada saya. Buku-bukunya cepat sekali penuh. Berangkat dari kesenangannya corat coret ini kami memberinya crayon, Cia senang sekali dan gambarnya diberi warna-warni dari crayon. Lalu kami carikan tempat les mewarnai yang lokasinya terjangkau dengan rjmah kami. Selama hampir setengah tahun ini Cia menikmati sekolah gambarnya. Dia selalu menunjukkan hasil mewarnainya kepada kami sepulang sekolah. Teknik pewarnaanya semakin baik dari waktu ke waktu. Menurut gurunya Cia perlu lebih telaten dan konsentrasi saat sedang mewarnai. Jika sabar dan konsentrasi, warnanya sudah cukup baik. Kadang jika bertemu temannya Cia lebih banyak ngobrol sampai lupa gambarnya. Kali ini, Cia mampu menyelesaikan gambarnya tepat waktu dengan hasil yang lebih baik. Sebelum kami tinggalkan di sekolah Cia kami minta berjanji untuk bersungguh-sungguh belajar mewarnai, tidak terburu-buru dan mengerjakan sesuai teknik y...

Bee Membersihkan Lantai, Cia Memotong Sayuran

Anak-anak paling suka terlibat dalam aktivitas sehari-hari. Namun, karena emak yang kadang kurang sabar ketika harus membersihkan bekas keikutsertaan mereka, jarang mengijinkan mereka ikut dalam kegiatan harian. Namun, kebiasaan tersebut mulai berubah beberapa waltu belakang. Saya lebih membebaskan anak-anak untuk turut andil dalam kegiatan saya. Saya lebih longgar dan santai dalam kebersamaan dengan mereka. Saat mencuci saya berusaha menggunakan tangan sehingga anak-anak akan ikut serta belajar mencuci. Saat membersihkan kamar mandi anak-anak ikut serta menuangkan sabun dan membilas.  Kali ini, saya membersihkan tempat cucian dan Bee dengan antusias membantu menyikat lantainya. Bee senang sekali, mengamati saya melakukan pekerjaan saya lalu menirunya. Bee terlihat menikmati tugas ini apalagi kegiatan ini melibatkan air dalam prosesnya. Hehe.  Selama ini, saya masih menjauhkan anak-anak dari benda tajam terutama pisau. Cia harus puas hanya dengan pisau mainan atau ...

Berburu Daun Gugur

Untuk mengisi kegiatan eksplorasi Cia di luar rumah, saya memberikan tugas baginya untuk mencari berbagai macam daun. Daun yang boleh diambil adalah daun yang sudah berguguran, tidak boleh memetik dari pohonnya. Saya berikan waktu setengah jam untuk mengisi kantong kreseknya dengan daun gugur.  Cia bersemangat sekali. Meminta saya menghitung untuk memmlulai perburuannya. Sampai angka tiga, Cia langsung berlari kesana kemari mengumpulkan daun-daun ya g jatuh di sekitar rumah. Bee mengikuti kemana Cia pergi. Memungut apapun termasuk pecahan keramik dan dimasukkan ke dalam kantong.  Cia senang sekali sampai mengajak temannya yang hendak bermain untuk bergabung. Dalam waktu setengah jam Cia mengumpulkan setengah kantong daun. Rencananya besok akan saya ajak mengidentifikasi daun mana dari pohon mana. Semoga semangatnya tetap membara jadi tidak bosan mempelajari alam.  Selesai mengumpulkan daun, Cia bermain jual-jualan dengan uang mainan. Saya mengajaknya untu...

Energi yang Tak Pernah Habis

Anak dengan gaya belajar kinestetik macam dua anak saya pasti bahagia jika diijinkan bermain di luar untuk menjelajah. Segera Cia membawa kantong kresek yang tergeletak di atas rak sepatu bersama mereka. Bee senang mengikuti kakaknya, berlarian kesana kemari dengan sendal jepit sebelah saja, karena yang sebelah lagi sering terlepas. Hihihi.  Saat saya keluar rumah untuk mengecek, tampak Cia sedang memunguti sesuatu dan dimasukkan ke dalam kresek. Saat di tanya apa yang dikumpulkan, dia menjawab macam-macam untuk jual-jualan. Sering kali saya menemukan ilalang kering terselip di beberapa tempat lalu malah berguguran bunganya ketika akan diambil. Another cleaning duty for mom.  Bee yang berlarian menemukan pecahan keramik entah dari mana. Dibawanya hilir mudik sambil diamati pecahan keramik tersebut. Ketika saya minta kembalikan ke tempat asalnya Bee menolak mungkin dia berpikir masih akan mengeksplorasinya. Hehehe. Akhirnya, dengan bujukan si kakak Bee mau mengembalikann...

Bee, Kucing dan Kuda

Anak-anak tentu banyak yang menyukai kucing dan kuda. Keduanya memiliki kekhasan ciri-ciri yang melekat di benak anak-anak. Di sekitar rumah banyak sekali kucing berkeliaran dan sering mampir main atau minta makan ke rumah. Mendengar suara ngeong kucing bisa membuat Bee segera keluar rumah meninggalkan segala kegiatannya. Bee senang mengamati gerak-gerik kucing, memberi makan (walau pernah kegigit tidak membuatnya kapok), dan mengelus kucing. Buku dan gambar pilihan kesukaan juga jatuh pada kucing. Sempat diusulkan untuk memelihara kucing oleh ayah. Tapi, tentu ditolak sama emak karena belum sanggup merawat. Bee sudah cukup puas bermain dengan kucing liar. Hewan kedua yang menarik bagi Bee adalah kuda. Bee senang menirukan suara derap kuda dan suka bermain kuda-kudaan entah sama jumping horse, kakaknya, saya, atau ayahnya. Kami mencoba mengajaknya bertemu dengan kuda secara langsung. Di dekat perumahan kami setiap hari minggu banyak andong wisata. Kami mengajak Bee naik salah satu...

Belajar Berfoto

Beberapa kali kami mengamati bahwa Cia senang dengan modeling baik peragaan busana maupun fotografi. Berangkat dari ketertarikan tersebut dan memanfaatkan fasilitas yang ada kami berkeliling mencari lokasi pengambilan foto yang menarik. Beberapa kali kami mengambil foto di spot sekitar tempat tinggal. Lalu, ayah mencoba mencari studio foto kreatif yang dekat dengan tempat tinggal kami. Sampai di studio awalnya Cia malu-malu untuk berpose. Setelah merasa nyaman, Cia lebih menikmati dan mengikuti arahan untuk berfoto. Mencoba berbagai pose, studio, dan baju. Cia tampak nyaman dengan suasanya pemotretan karena mungkin tidak adanya orang lain. Cia mencoba berbagai properti dan lokasi. Yang paling menarik perhatiannya adalah telepon kuno dan keranjang piknik dari rotan.  Namun setelah satu setengah jam Cia mulai bosan dan meminta pulang. Segera kami selesaikan sesi pemotretan kali ini dan bersiap pulang. Ketika di tanya senang apa tidak berfoto di studio, Cia menjawab senang....