Skip to main content

Posts

Showing posts with the label ILoveMath

Memasangkan Warna untuk Bee

Kami memiliki satu set alat makan warna-warni. Bee senang bermain dengannya. Sering kali di kala bosan dia mengambil sendiri mangkuk dan set sendoknya. Tadi pagi saya ajak dia memasangkan sendok garpu dengan mangkuk yang berwarna sama. Bee masih belum terlalu paham dengan konsep ini dan masih suka menumpuk dan membongkar mangkuk-mangkuknya. Hihihi. Beberapa kali saya memberikan contoh, Bee masih senang dengan mangkuknya. Beberapa kali Bee memasangkan sendok garpu dengan warna mangkuk yang tepat namun belum konsisten. Sepertinya memerlukan pemaparan yang lebih sering tentang memadangkan warna. #Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Mengecat Rak

Finishing rak sepatu buatan kami hari ini berlangsung seru. Cia membantu mencampur cat, air, dengan lem, lalu mengaduk hingga mencapai keenceran yang diinginkan. Setelah cat siap anak-anak langsung saja menggunakan kuas masing-masing untuk mencorat-coret. Supaya cat cukup anak-anak perlu diarahkan bagian yang perlu dicat. "Kak, yang atas sudah. Ganti rak baris kedua. Biar catnya cukup." Kami hanya memiliki cat yang terbatas, maka kami harus menyesuaikan proses pengecatan dengan luas permukaan rak supaya cat dapat menutup semua permukaannya. Kali ini Cia belajar baris dan kolom, saya belajar memperhitungkan jumlah cairan cat dengam luas permukaan rak. Rak yang sudah terlapisi cat masih memerlukan waktu beberapa lama untuk kering. Maka kami mendiamkannya sampai kering untuk pengecatan lebih lanjut. #Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Belajar Tentang Label Harga

Rak sepatu buatan kami sudah memasuki proses finishing. Saat mengaplikasikan lapisan lem Cia mengamati label-label harga pada katalog produk supermarket yang kami gunakan sebagai pelapis rak. Cia menunjuk satu produk lalu menyebutkan dua digit angka pertama dengan benar walaupun ribuannya belum terbaca. "Ini angka tiga puluh sembilan, ya, Bun?" "Iya, betul." Cia belum bisa mengurutkan angka namun mampu membaca angkanya. Ketika mengurutkan angka saya masih sering menuntun Cia tapi ternyata bila menjumpai angkanya justru Cia mampu membacanya dengan tepat.  Membuat saya takjub dengan kemampuan dan kecepatan belajarnya. #Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Menghemat Waktu Membersihkan Kamar Mandi

Setelah dipakai mandi selama seminggu saatnya bagi kamar mandi untuk ganti dimandikan. Hehe. Cia dengan senang hati menawarkan bantuannya. Tugasnya menuangkan sabun ke beberapa titik di lantai yang lalu saya ratakan dengan sikat kamar mandi sambil digosok. Selesai menggosok dengan sabun kami bertiga menyirami bekas-bekas sabun tersebut. Lalu Cia membersihkan ember penampung air. Karena embernya tinggi Cia tidak mampu mencapai dasar jadi saya bantu mencucinya. Sabun yang masih berceceran lalu kami sirami bersama. Waktu membersihkan kamar mandi kali ini lebih singkat dari biasanya dan menyenangkan dengan bantuan anak-anak. Biasanya membutuhkan waktu setengah jam untuk bersihkan kamar mandi, kali ini hanya sepuluh menit kamar mandi sudah bersih dan harum. Artinya pekerjaan dilakukan tiga kali lebih cepat. Walaupun anak masih kecil, kontribusinya sudah luar biasa. Belajar menghargai kerja keras anak-anak, belajar menghargai waktu. #Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMa...

Jalanan Turun Menghemat Tenaga

Rak sepatu kami sudah rusak dan tidak mampu menampung sendal dan sepatu empat orang di rumah. Maka saya memutuskan membuat rak sepatu, sayangnya lem persediaan habis saat rak belum terselesaikan. Kami harus membeli di toko bangunan terdekat yang jalan menuju ke sana naik lumayan tinggi. Berkejaran dengan waktu tutup toko,  saya mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga. Saat di tanjakan sepeda berjalan lambat. Akhirnya kami sampai toko yang alhamdulillah masih buka. Pada saat pulang Cia mengusulkan. "Bun, pulangnya nggak usah gowes. Kan, jalannya meluncur kaya prosotan." "O, iya, Kak. Bunda jadi nggak capek gowes, ya. Kira-kira lebih cepat apa lambat nanti sampai di jalan itu?" "Iya, nanti cepet sampai karena meluncur, ya, Bun." Belajar konsep kemiringan melalui jalan yang dilewati, perbedaan kecepatan, percepatan, dan usaha yang digunakan untuk membuat pergerakan. Wuiiih, banyak ternyata yang dipelajari sore ini. Saatnya emak belajar lagi. #Tantang...

Klasifikasi Hewan

Bermain saat mandi tidak bisa dipisahkan dari anak-anak. Berbagai mainan ikut dimandikan, termasuk mainan penyu yang bisa berenang. Ketika diputar kuncinya, penyu tersebut akan menggerakkan kakinya dan akan berenang jika diletakkan di air. Cia tiba-tiba membahas hewan sejenis penyu ini. Dia mengibaratkannya sebagai "teman", bahwa penyu itu temannya buaya dan kura-kura. Lalu saya jelaskan bahwa kura-kura, penyu, buaya termasuk kelompok reptilia. Walaupun tidak secara runut saya jelaskan mengenai klasifikasi hewan (karena kebetulan saya juga lupa. Hihihi) tapi Cia langsung menyahut dan menghubungkan penjelasan saya dengan dinosaurus.  "Brarti, penyu masih sodaranya dino, dong, Bun? Dino, kan reptil juga." Saya terkejut Cia bahkan mengingat detail tersebut meski kami belajar tentang dino sudah sangat lama dan jarang sekali kami bahas kembali. Cia kemudian mengira nenek moyang kura-kura dan penyu pada jamannya dinosaurus hidup.  "Dulu, penyu dan kur...

Mengurutkan Ukuran Ikan

Aquarium ikan sudah tampak kotor. Ayah yang bertugas sebagai agen pembersih aquarium segera bertindak. Anak-anak yang susah disuruh mandi diajak ikut membersihkan aquarium. Sementara aquarium digosok, ikan dipindahkan ke ember. Ikan kami meski dibeli pada waktu yang sama dan dengan ukuran yang sama saat ini mereka tumbuh dalam berbagai macam ukuran. Saya memi ta Cia untuk mengurutkan ikan dari ukuran oaling besar sampai yang paling kecil. Dari lima ekor ikan terdapat dua ikan dengan ukuran yang hampir sama, membuat Cia kebingungan untuk memutuskan ikan mana yang lebih besar. Seru-seruan main air bersama ikan sambil belajar matematika. #Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Roti Tawar

Jalan-jalan sore itu terapi jantung buat emak. Pasalnya setiap jalan-jalan sore Cia selalu minta jajan. Belum lagi, kalau jalan sama teman-temannya 😢. Sore tadi waktu jalan-jalan tukang roti lewat, temannya minta roti Cia pun minta. Sudah diajak berunding tidak bisa dan karena tidak ada kesepakatan apa-apa sebelum jalan maka terpaksa saya mengalah. Sampai di rumah langsung dimakan dan membuat roti isi sendiri. Sambil makan roti saya tanyakan isi rotinya. "Eh, ini isi rotinya berapa, ya tadi, Kak?" "Nggak tau." "Kakak ambil satu, adik satu, Bunda satu. Trus sisanya ini di plastik tujuh. Brarti semuanya berapa?" "Tiga ditambah tujuh berapa emangnya?" "Ya, dihitung, dong." Saya membantu menggunakan jari untuk menghitung roti. Cia menjawab dengan benar. Lalu saya balik pertanyaannya. "Brarti ini roti isinya 10, dimakan tiga sisa berapa?" "Tujuh, lah." Rupanya sedikit demi sedikit Cia memahami k...

Mana yang Lebih Panjang?

Saat bermain dengan mainan Tayo tiba-tiba Cia nyeletuk, "Kok, Rogi yang lebih panjang, Bun? Harusnya Ghani yang lebih panjang." Ternyata tempat meletakkannya saja yang tidak pas. Saya meminta Cia untuk meletakkan bisnya berjajar lalu dia menyadari kesalahan peletakan bisnya. "Oh, iya ternyata yang panjangnya sama, ya, Bun. Tayo, Rogi, Ghani sama yang beda Lani aja. Ini lebih panjang dari Lani." "Berarti Lani itu lebih...." "Lebih kecil." "Lebih pen.... " "Pendek." "Trus tadi kenapa kok Gani keliatan lebih pendek, ya, Kak?" "Karena ini, lho vcdnya kemunduran, jadi Ghaninya lebih pendek." "Betul, pinter Kakak." Sambil bermain anak-anak belajar membedakan ukuran panjang beberapa benda. Walaupun tidak sempat diukur karena terlalu asyik bermain namun kami telah mendapatkan hikmah dari mainan. #Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Airnya Netes-Netes dari Kaos Kaki

Saat mencuci pakaian adalah saat paling menyenangkan bagi anak-anak. Karena mereka bisa bermain air sepuas hati. Cia ingin membantu,  maka saya berikan kaos kakinya untuk dicucinya. Sepasang kaos kaki itu diaduk-aduk dalam air sabun, dikucek, dan dibilasi. Setelah dibilas Cia meletakkan kos kaki basah tersebut di pinggiran ember. "Wah, airnya keluar dari kaos kaki, Bun." "Oh, iya. Kok, bisa netes airnya kenapa, ya, Kak?" "Oh, itu karena airnya meluncur, Bun." Hehehe, istilah yang digunakannya memang "meluncur"  lalu saya jelaskan meluncur tersebut berarti air bergerak dari atas ke bawah. Keseruan membantu mencuci ink juga dirasaka si adik. Bee asyik memindahkan air dari satu ember ke ember lain dengan gayung kecil. Dari satu ember dituang ke beberapa ember lain. Bermain air memang mengasyikkan dan bisa dipakai belajar tanpa mereka sadari. Dengan terbiasa mempelajari kegiatan sehari-hari semoga kelak mereka akan mampu mengambil hikmah ...

Reflek Menghitung

Beberapa hari diajak berhitung memunculkan reflek Cia untuk menghitung segala sesuatu. Hari ini dia bermain figurine kuda ponynya lalu dihitungnya satu per satu. Ternyata, setelah dihitung kuda ponynya kurang dua. Cia langsung mencari figur mana yang tidak ada. Dengan mudah dia mengenali figur yang hilang, sehingga memudahkan pencarian dengan lebih fokus. Dari berhitung sederhana ini memudahkan Cia menginventarisasi mainannya. Sorenya sebelum mandi kami mencari di sekitar rak mainan dan alhamdulillah figurinenya ketemu. Betapa senangnya Cia dan emak. Sebab emak tak perlu merogoh dompet untuk menggantinya. Hihi. Dengan biasa berhitung Cia juga menjadi lebih aware dan teliti. #Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Mengelompokkan Bunga

Beberapa hari yang lalu, saat cuaca cerah kami jalan-jalan keliling komplek sambil menuju tukang sayur untuk belanja. Pulangnya Cia memunguti bunga-bunga rumput dan bunga yang jatuh di jalanan. Berbagai macam warna ia kumpulkan dalam keranjang. Sampai di rumah kami menyusun bunga berdasarkan warnanya. Menyusun berurutan seperti warna pelangi me-ji-ku-hi-bi-ni-u. Sayang kami tidak menemukan bunga berwarna biru. Dan bunga rumput berwarna hijau kami terjatuh di jalan. Hehe. Sebagai gantinya warna hijau diisi dengan daun rumput. Selesai menyusun berdasar urutan pelangi, Cia mengambil cup kecil-kecil lalu memilah bunga-bunga tersebut berdasar warna yang sama. Kegiatan sederhana ini mengenalkan Cia tentang himpunan atau kelompok. Cara yang digunakan mudah dan menyenangkan, bahkan anak-anak belajar matematika tanpa mereka sadari. #Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Pintu Lemari

Hujan gerimis menyejukkan sore hari ini. Anak-anak tidak bisa main di luar rumah maka mereka bermain perosotan di dalam rumah. Di ruang tamu kami terdapat rak buku dengan lemari di bagian bawahnya.  "Kak, pintu lemari itu bentuknya apa ya?" "Persegi panjang." "Kok, bisa menutup kenapa ya?" "Karena ada bukaannya itu di pinggirnya." Yang dimaksud adalah engselnya.  "Bukan, itu pintunya bisa menutup, ga ada celahnya. Kok, bisa ya?" "Kenapa emang, Bun?" "Karena ukurannya..., " saya membiarkan dia berpikir sejenak.  " Ooo karena ukurannya sama, ya, Bu." "Iya, betul. " Sambil bermain prosotan saya tanya bentuk prosotannya dan kolongnya. Memerlukan waktu cukup lama bagi Cia menyadari bahwa bentuk koling prosotannya segitiga.  #Tantangan10Hari  #Level6  #KuliahBunsayIIP  #ILoveMath  #MathAroundUs

Menghitung Sisa Es Mambo

Setelah menunggu kurang lebih 24 jam, akhirnya es mambo buatan kami mengeras dan siap dinikmati. Esnya segar dan nikmat, cocok untuk cuaca yang sedang panas di rumah kami. Bunda dan ayah masing-masing makan satu buah, dan Cia berbagi satu es dengan Bee. Setelah makan es saya menanyakan kepada Cia berapa sisa esnya jika sudah berkurang tiga. Dengan menunjukkan sepuluh jari, saya menekuk satu per satu jari mewakili jumlah es yang telah di makan. Dengan cara begitu Cia mampu menghitung dengan tepat. Hasil yang didapat adalah es mambo kami bersisa tujuh buah. Siap dinikmati lagi esok untuk menyegarkan hari yang panas. #Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Es Mambo Mangga

Beberapa hari anak-anak sedang demam makan es krim. Kalau tidak ada persediaan mereka makan es batu, duh... Kemarin dapat rejeki dari tetangga buah mangga sekresek maka saya ajak si kakak untuk membuat es sendiri. Sedari pagi Cia sudah tidak sabar untuk eksekusi. Siang hari saat memulai pembuatannya Cia bersemangat sekali. Terutama saat dia yang harus menakar airnya. Saya berikan arahan cara menakar air tersebut dengan meletakkan gelas ukur dan diisi air dari gelas sampai pada garis batas yang dibutuhkan. Dari proses ini Cia mengetahui konsep volume dengan satuan mili liter. Walaupun mungkin baginya masih sangat abstrak tentang konsep ini. Saat memasukkan mangga dan air di wadah yang lebih besar, Cia menyadari sesuatu, yaitu jumlah airnya tidak lagi 500 mili liter. Bertambah banyak katanya. Lalu saya jelaskan bahwa mangganya juga memiliki volume, maka volume air juga akan bertambah sesuai dengan volume mangga. Saat menakar gula, Cia yang menghitung jumlah gulanya dan menuangkan k...

Gulungan Benang Berbentuk Tabung

Kehidupan adalah pelajaran yang sesungguhnya. Begitlah yang saya rasakan ketika menerima tantangan matematis logis kali ini. Betapa segala sesuatu di sekitar kita adalah pelajaran yang berharga yang sering kali terlewat untuk dipetik hikmahnya. Kemarin ketika saya menyapu rumah, ada sebuah bekas gulungan benang tersapu. Si kakak yang asyik main di teras mengamati benda asing tersebut dan bertanya. Saya menjelaskan bahwa itu adalah gulungan benang yang sudah habis benangnya. Ketika saya tanyakan bentuknya,  Cia menjawab bulat. Lalu, saya jelaskan bahwa dua permukaannya memang berbentuk lingkaran, tetapi secara keseluruhan benda tersebut berbentuk tabung. Seketika Cia langsung teringat dengan gelas. Ternyata matematika ada di dalam kehidupan sehari-hari kita, matematika bukan hanya tentang berhitung dan angka. Saatnya saya mengubah pemahaman ini dan membuka mata lebih lebar tentang makna di setiap segi kehidupan ini. #Tantangan10Hari #Level6 #KuliahBunsayIIP #ILoveMath ...