Skip to main content

Posts

Showing posts with the label institut ibu professional

Materi Perkuliahan Bunda Salihah Terakhir

Sudah menapaki etape terakhir dalam perkuliahan Bunda Salihah. Apa yang saya rasakan? Hmmmm, lega lebih tepatnya. Setelah 6 bulan masuk ke dalam aktivitas yang memeras otak. Saatnya evaluasi keberhasilan. Indikator yang saya tanamkan dalam mindset saya waktu itu adalah mampu menyelesaikan akar masalah yang saya hadapi. Akar masalah saya adalah sebagai berikut: Dari akar masalah tersebut saya berhasil menyelesikan akar masalah 1 dan sedang dalam proses belajar untuk menyelesaikan akar masalah 2 selama perkuliahan Bunda Salihah.  Dari indikator tersebut saya bisa merasa lega sekaligus mengapresiasi diri sendiri karena berhasil menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan saya. Untuk itu saya menyatakan diri LULUS dari perkuliahan BUNDA SALIHAH berdasarkan indikator pribadi. Tinggal menunggu rapor dari ketua tim saya dan keputusan Kampus Ibu Pembaharu.  Tahap selanjutnya dalam perkuliahan di kampus Ibu Pembaharu adalah Scale Up yang akan mengajarkan kita untuk bekerjasama dengan ...

Review 7

Buddy review saya kali ini adalah Mbak Ninik Suhartini dari IP Sidoarjo Mojokerto. Beliau berfokus pada penyelesaian masalah intern keluarga besarnya untuk memperbaiki pola asuh generasi berikutnya. Dari hasil percakapan kami di sela kesibukan beliau, berikut hasil review saya untuk jurnal Mbak Ninik.

ApresiAksi

Tahapan di mana kami mengevaluasi kembali aksi yang telah kami kerjakan. Meninjau kembali aksi yang telah kami laksanakan dari berbagai bentuk pertimbangan. Analisa Dampak Dampak langsung aksi kelas baking kami dirasakan oleh ibu pembelajar usia 20 - 40 tahun, dan menurut peserta kelas yang kami adakan memberikan manfaat.  Dampak tak langsung kami amati dengan meningkatnya awareness atas akun IG Optimoms berdasarkan grafik jangkauan akun oleh instagram. Jangkauan akun Optimoms meningkat menjadi 71 orang dengan total interaksi 21. Tahapan ini menjadi ruang untuk memperbaiki aksi kami. Target jumlah peserta kami adalah 50 orang untuk kelas baking yang kami adakan. Kuota ini terpenuhi dengan jumlah peserta yang melakukan rebake kurang dari 20 orang. Hal ini menjadi evaluasi kami bahwa diperlukan motivasi lebih untuk mendorong peserta menjalankan tantangan yang diberikan.  Dilihat dari sudut pandang penerima manfaat yang kami terima melalui form umpan balik, kelas kami dirasakan ...

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya. 

Aksi Tim

Pada tahap aksi tim ini, tim kami telah siap karena sudah merencanakan aksi sebelum adanya materi. Dengan adanya materi dari Bu Septi menambah amunisi pelasanaan aksi tim. Tim kami membuat sebuah kelas memasak dengan tema membuat shiny brownies. Beberapa persiapan sudah didiskusikan sehingga memudahkan kami untuk mengeksekusinya.  Mengingat waktu yang tidak banyak, kami berusaha semaksimal mungkin menyiapkan semua keperluannya. Alhamdulillah semua bisa terhandle dengan sumber daya yang tersedia di tim. Berikut ini adalah aksi yang telah kami kerjakan. Peserta antusias megikuti jalannya diskusi dan praktik. Ada yang sudah berhasil mendapatkan shiny pada brownies buatannya ada yang belum berhasil. Tapi lebih banyak peserta yang telah berhasil membuat brownies yang shiny dengan resep dan step-step yang diberikan oleh pemateri. Yang menjadi bahan evaluasi kami adalah tidak semua peserta mempraktikkan resep yang telah diberikan, ada yang karena kesibukannya, ada juga yang karena peralat...

Review 5

Buddy review saya kali ini, Mbak Exmi Gustriana Sari dari IP Suramadu, sangat asyik diajak berdiskusi. Diskusi berlangsung lancar dan mengalir begitu saja. Saling sharing pengalaman yang dirasakan pada tim masing-masing mampu mencairkan suasana dengan asyik.  Tim Mbak Exmi ini menggeluti bidang ketidakpercayaan diri. Timnya terdiri dari 7 orang dengan komposisi 6 orang mahasiswi Kampus Ibu Pembaharu, dan 1 orang non-mahasiswi namun masih member Ibu Profesional.  Dari hasil sharing bersama Mbak Exmi, berikut review saya.  Semoga dimudahkan urusan Mbak Exmi beserta tim sehingga mampu menebarkan manfaat untuk banyak orang. 

Identifikasi Aksi untuk Menjadi Solusi

Setelah menyusun berbagai rencana dan strategi kini saatnya melaksanakan rencana yang telah disusun.  Pada materi ini saya mulai merasa berat dalam mengikuti ritme perkuliahan di kampus Ibu Pembaharu. Beberapa kali mendengar dan membaca ulang materi masih belum bisa jelas di pikiran saya.  Ditambah dengan beberapa kali gawai mengalami hambatan menyebabkan tidak bisa mengikuti diskusi dalam tim. Hanya menerima pendelegasian tugas dari ketua tim dan membaca resume diskusi yang dikirimkan oleh ketua tim.  Setelah gawai kembali berfungsi dengan baik mencoba mengejar dengan bertanya kembali di grup.  Berikut ini perencanaan aksi tim kami sementara ini.  Update:  website kami telah terpublish  Di sini Tugas berikutnya adalah merapikan susunan website agar lebih komunikatif.  Meski akhirnya saya bisa mengumpulkan jurnal tetapi untuk perkuliahan ini terasa kurang membahagiakan. Menurut saya ada beberapa faktor penyebabnya. Pertama saya kurang fokus dengan...

Review 4

Review kali ini saya berpasangan dengan Mbak Sinardi. Beliau berfokus untuk mencapai sustainable living bagi keluarga.  Dalam milestone yang di jabarkan terlihat akan terbentuk sebuah ekosistem yang baik bagi keluarga dengan frekuensi yang sama.  Berikut review saya untuk jurnal Mbak Sinardi. 

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Review 3

Berpasangan dengan mahasiswi yang berbeda lagi untuk review kali ini. Ketika berganti-ganti buddy review ini memiliki keunikan tersendiri. Satu sisi kami jadi saling mengenal mahasiswi dari berbagai regional. Namun, di sisi lainnya kesulitan mereview jurnal karena kurang memahami runutan dari awal.  But it's okay, semua mahasiswi Kampus Ibu Pembaharu sangat keren. Masing-masing buddy yang saya temui sangat terbuka dan dengan baik hati memaparkan perjalanannya, begitupun beliau dengan senang hati memberikan insight baru kepada saya dan tim. Kali ini saya berpasangan dengan mbak Dyah Widi Subekti dari regional Banyumas Raya. Jurnal beliau sangat menginspirasi, membentuk home team untuk menyelesaikan masalah anak-anak aqil-baligh. Anak-anak juga termasuk di dalam tim tersebut, jadi bukan menjadi objek pendidikan, melainkan subjek pendidikan. Mengajak anak untuk mencari akar masalah yang terjadi. Berikut review saya untuk jurnal mbak Dyah.  1

Understanding Your Problem

Bagaimana cara menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi? Langkah pertama adalah kita harus menyelami lebih dalam masalah yang kita hadapi. Lalu cintai masalah kita. Tidak usah terburu-buru mencari solusi.  Dalam tim ini, kami menemukan satu irisan masalah yang sedang kami hadapi, yaitu optimasi penjualan dan menambah sasaran pasar. Hasil brainstorming kami seperti ini Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kami mengacu pada 17 tujuan perubahan menurut SDGs dan bertanya kepada salah seorang founder komunitas Bersahabat kenalan mbak Lisa. Setelah kami diskusikan lagi dengan tim, hasilnya seperti di bawah ini: A. what/APA 1. Apa itu optimasi? (indah) Optimasi adalah suatu proses untuk mencapai hasil yang ideal atau optimasi (nilai efektif yang dapat dicapai). Optimasi dapat diartikan sebagai suatu bentuk mengoptimalkan sesuatu hal yang sudah ada, ataupun merancang dan membuat sesusatu secara optimal. 2. Apa saja yang perlu dioptimasi?(indah,lisa) Semua social media ...

Review 2

Bertemu dengan pekan review jurnal kembali. Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Shinta Rini dari IP Balikpapan. Beliau seorang psikolog, bersama timnya menyoroti psikologi keluarga di masa pandemi. Tentunya sangat dibutuhkan mengingat kondisi sulit saat ini yang hampir dialami oleh semua orang di Indonesia bahkan di dunia. Pembentukan tim beliau dari co-housing semasa kelas Bunda Produktif lalu karena anggota sudah solid dengan visi misi yang telah tersepakati bersama. Meski tim telah terbentuk dengan struktur pembagian peran dan tugas masing-masing, tim tetap terbuka untuk anggota baru. Dua anggota tim melakukan kampanye, salah satunya Mbak Shinta. Ternyata setelah kampanye ada dua orang teman Mbak Shinta memiliki keresahan yang sama dan ingin bergabung ke dalam tim. Semoga timnya semakin solid dan memberikan manfaat kepada banyak orang. 

Mencari Tim yang Solid

Setelah kami belajar mencari masalah, saatnya kami belajar untuk memecahkan setiap masalah. Kami harus mencari partner yang sedang menggadapi masalah yang sama atau sudah mahir di bidang tersebut untuk menjadi sebuah tim yang solid. Untuk itu kami harus shout out masalah kami agar bertemu dengan orang yang merasakan hal yang sama.  Awalnya saya berdebar-debar apakah permasalahan yang sedang saya hadapi ini juga dihadapi oleh orang lain? Ternyata saya tidak sendirian, saya bertemu Mbak Indah, Mbak Eka (satu HIMA Bogor), Mbak Hanny (Regional Bogor), Mbak Lia (Regional Bogor), dan teman satu cohouse Mbak Lisa. Betapa bahagianya ternyata saya tidak sendiri. Bertemu dengan tim yang bukan hanya merasa senasib sepenanggungan, tetapi juga memiliki berbagai keahlian yang saling melengkapi. Semoga tim ini bisa solid sehingga mampu memberikan manfaat kepada orang banyak nantinya.  Saya memutuskan membuat text-visual campaign dan berencana memberikan voice over, tetapi ternyata tidak berh...

Kampus Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmaanirrahiim  Memulai kembali belajar sebagai mahasiswa di sekolah kehidupan. Kali ini sampai pada tahap Bunda Salihah yang akan berkuliah di Kampus Ibu Pembaharu.  Rasa berdebar sudah muncul semenjak masa orientasi. Kampus ini berada di Hexagon City dekat dengan lingkungan yang kami "tinggali" saat ini. Suasana asri sudah terasa dengan tema warna hijau di seluruh kampus. Dalam kampus ini diharapkan menjadi ekosistem yang baik bagi pertumbuhan bibit-bibit agen perubahan.  Kami akan belajar menyelesaikan masalah yang kami hadapi, kami akan belajar menjadi agen perubahan, kami akan belajar menjadi bagian dari solusi. Bahwa setiap ibu adalah agen perubahan. Maka diperlukan kemauan dan kemampuan yang kuat agar bisa menjadi ibu pembaharu.  Kuliah perdana kami belajar mengidentifikasi masalah kami, baik masalah sebagai individu, sebagai bagian dari keluarga, maupun bagian dari lingkungan. Kami belajar menghadapi masalah dengan kepala tegak dan menemukan solus...

Selebrasiiiii!! Yaaaaay!!!

Mendengar kata selebrasi, rasanya pengen bersorak hore. Tapi di sisi lain ada rasa yang tidak mengenakkan. Mungkin karena merasa berada di akhir perjalanan. Tetapi bahagianya menjadi mahasiswa Ibu Profesional adalah pasti akan ada tantangan selanjutnya. Inilah yang selalu menjadi penyemangat ketika sudah berada di akhir perkuliahan.  Sepanjang perjalanan banyak hal yang telah kami alami. Pada selebrasi kali ini peran saya adalah tim sorak hore. Membuat video selebrasi bersama teman-teman co-house dengan membacakan puisi. Wiiih, harus tampil di depan kamera itu wow banget meskipun rekaman. Hehehe.  Sementara di dapur cluster tim sedang menggodog persiapan selebrasi cluster hingga matang.  Saat live, meski sebagai tim hore berdebar-debar ketika menunggu video tampilan saya ditayangkan. Saat tayang, rasanya malu-malu gimanaaaa, gitu, deh. Hehehehe. Tapi, langsung menghembuskan nafas lega ketika selesai ditayangkan.  Selebrasi yang tidak biasa, hanya di sini. Karena sung...

Newstime

Tak terasa kami berada di penghujung perkuliahan Bunda Produktif. Pengerjaan project passion telah selesai, pun gegap gempitanya acara virtual conference beberapa waktu lalu. Ada rasa yang hilang, ada rasa canggung, ada rasa semangat yang mulai memudar. Tapi dengan semangat dari Founding Mother, bahwa berakhirnya Bunda Produktif berarti adalah awal peluncuran Hexagon City sebagai sebuah kota virtual pertama di Indonesia. Bangga menjadi salah satu warganya. Begitulah rasanya ketika mengikuti setiap perkuliahan di Ibu Profesional. Up and down di segala sisi, semangat, emosi, rasa. Tapi dari situlah kemampuan saya sebagai manusia semakin terasah. Menjadi manusia seutuhnya.  Saatnya berefleksi, belajar dari kesalahan yang kami buat selama menjadi warga Hexagon City.  Belajar mengambil hikmah dari setiap kesalahan yang dibuat supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena sejatinya manusia yang lebih baik adalah yang mampu belajar dari kesalahannya. 

Mencoba Hal Baru

Keriuhan open space di Hexagon City masih berlanjut. Setelah beberapa kali melompat kesana-kemari menjadi bumblebee dan sekali menjadi kupu-kupu, saya memberanikan diri untuk mendaftarkan diri sebagai speaker pekan kedua. Perasaan gado-gado menyertai sepanjang pekan ini. Berusaha menyiapkan materi sebaik mungkin supaya penjelasan saya dapat diterima dengan baik oleh audiens.  Saya memilih media WA group sebagai media saya menyampaikan materi karena sudah familiar dan masih berada dalam zona nyaman saya. Perasaan deg-degan masih mewarnai hari-hari menjelang acara saya besok. I'll do my best, may Alloh do the rest. Semoga Alloh lancarkan dan mudahkan. Aamiiin. 

Open Space

Memasuki zona O, dengan sistem open space, terbuka lebar pintu konfrensi besar.  Semua hexagonia memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil peran baik menjadi pembicara atau speaker, peserta yang mengikuti satu tema dari awal hingga akhir, peserta yang mengikuti tema konfrensi lalu merefleksikannya, maupun peserta yang mengintip ke beberapa konfrensi untuk berbelanja ide.  Kami diberi kesempatan yang luas untuk mengekspresikan diri. Dengan deadline  yang tidak banyak dan tugas cohouse yang belum selesai membuat saya mengurungkan niat menjadi speaker untuk periode pertama. Rasanya jika tidak fokus persiapan yang saya lakukan menjadi tidak maksimal. Dengan pertimbangan tersebut, saya memutuskan menjadi bumblebee atau peserta yang berbelanja ide. Keuntungannya selain mendapatkan banyak ilmu, sekaligus bisa menjadi referensi jika saya nanti akan menyelenggarakan konferensi.  Perasaan saya saat ini nano-nano antara ingin menjadi speaker sekaligus deg-degan dengan tema ...

Belajar Berpikir Terstruktur

Ketika menghadapi sebuah tantangan, bagaimana kita mengurainya? Apakah kita termasuk yang mengedepankan perasaan dulu atau logika dulu? Sudahkah kita berpikir secara terstruktur?  Menurut teori six thinking hat, kita diajak belajar berpikir secara urut dan terstruktur. Dan ternyata sayapun masih sering tidak terstruktur dalam berpikir. Kali ini mulai belajar berpikir yang runut dan terstruktur untuk menghindari kesalahpahaman dan mendapatkan resolusi yang terbaik.  Seperti dalam cohouse kami yang sedang menghadapi tantangan dalam penjualan produk video tutorial kami. Maka kami mencoba mencari solusi menggunakan struktur berpikir six thinking hat. Hasilnya seperti di bawah ini: