Skip to main content

Mengemas Barang

Hari Minggu, kami harus sudah meninggalkan rumah untuk menyambut kedatangan kakak ipar dari tanah suci. Kami harus mengepak pakaian dan beberapa titipan saudara di kampung untuk dipaketkan melalui bus malam.

Semalam sebelumnya saya berusaha membereskan rumah sebisa mungkin sampai rapi. Hari Minggu paginya saya masih harus mencuci dan membereskan sisa sahur. Ditambah memasukkan pakaian-pakaian kami sekeluarga ke dalam tas-tas tersendiri.

Saya meminta kerjasama suami untuk menyiapkan pakaiannya sendiri yang akan dibawa. Anak saya yang pertama saya minta melakukan hal yang sama. Namun waktu yang sangat sempit membuat emosi saya sangat tidak stabil. Saya jadi kurang produktif dalam berkomunikasi dengan keluarga. Saya mendelegasikan beberapa pekerjaan dengan terburu-buru dan tidak satu persatu. Hasilnya, suami harus bertanya dua kali untuk mengklarifikasi ketika saya minta untuk membuang sampah. Anak pertama saya tidak segera melaksakan tugasnya untuk merapikan mainan, mandi, dan bersiap-siap karena saya memberikan instruksi secara bersamaan, membuatnya kewalahan menerima informasi.

Kejadian semacam ini semakin meningkatkan emosi saya. Saatnya belajar kembali menata emosi di waktu yang sempit

#level1
#day11
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.