Skip to main content

Belajar Makan untuk Hidup

Rupanya tidak mudah melatih Cia merasakan lapar dan membutukan makanan untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

Hari ini kegiatan belajar makan Cia belum berjalan baik. Pagi hari saat sarapan Cia mau makan sendiri tetapi banyak sekali permintaan. Mulai dari minta berganti-ganti lauk, minta ditemani, kelamaan dan capek makan sendiri sampai terakhir minta disuapi.

Waktu makan siang tiba Cia menolak makan. Dia sibuk bermain dan berlarian bersama teman-temannya. Dia berkata tidak lapar. Ketika dipaksa makan malah meronta dan merengek. Akhirnya dibiarkan saja makan cemilan yang ada.

Sore hari kebetulan kami mengadakan syukuran hari lahir Bee. Kami mengajak beberapa sanak saudara untuk berdoa bersama. Saat tiba waktu makan, anak-anak asyik makan bersama. Tapi Cia malah minta disuapi bersama adik kecilnya. Karena dari siang hanya makan cemilan jadilah saya yang tidak tega untuk membiarkannya saja. Akhirnya makan malam Cia dengan disuapi juga.

Memberikan pengertian kepada Cia bahwa makan adalah kebutuhan untuk melanjutkan hidup masih menjadi tantangan tersendiri bagi Emak. Keep spirit, ya, Mak.

#level2
#day2
#tantangan10hari
#MelatihKemandirianAnak
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.