Skip to main content

Bepergian Artinya Minim Nasi

Hari Minggu kemarin kami berencana berkunjung ke rumah paman saya di Ponorogo. Semenjak pagi Cia sudah rewel menolak makan. Dengan terpaksa dia mau makan nasi dengan catatan sudah disiapkan sesendok demi sesendok dan dia tinggal memasukkan ke mulut.

Siang hari sebelum berangkat Cia mau makan sendiri sampai habis karena makan bersama sepupu dan omnya. Selama perjalanan Cia tidak ngemil atau makan lagi.

Sampai rumah paman saya Cia menolak makan nasi dan hanya makan bakso beberapa potong dengan disuapi. Begitulah Cia jika bepergian akan menolak makan kecuali dibungkus untuk dimakan di rumah atau bisa dipaksa makan dengan disuapi.

Sampai rumah Cia masih menolak makan dengan berbagai macam alasan. Ya, sampai tertidur Cia hanya makan sesendok nasi. Baiklah biarkan saja, tommorow is another day. Emak masih berjuang masalah makan.

#level2
#day4
#tantangan10hari
#MelatihKemandirianAnak
#KuliahBunsayIIP


Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.