Skip to main content

Kerja Bersama part 3

Sentuhan terakhir dari proyek kali ini adalah pengibaran bendera merah putih (aslinya pemasangan tiang bambu di pagar rumah) dan pemasangn lampu kelap-kelip yang dilaksanakan oleh kepala suku. Emak mengasisteni dengan menyiapkan tali-tali pengikat.

Begitu terpasang Cia bersemangat sekali melihat benderanya menjulang tinggi dan ketika benderanya berkibar tertiup angin.



"Waah, benderaku bisa terbang, ya, Bun."

Ketika seorang temannya datang untuk bermain, Cia langsung menunjukkan benderanya.

Cia yang kooperatif saat diajak bekerja bersama-sama, Bee yang dengan riang gembira menjalani semua proses yang berlangsung di luar rumah, ayah yang dengan rapi mengikat tiang bendera dan telaten memasang lampu kelap kelip kami, membuat suasana rumah menjadi lebih menyenangkan.

Namun sayang, lampu kelap-kelip belum bisa menyemarakkan malam ini karena perlu menymbungkan beberapa kabel yang harus dilakukan oleh ahlinya. Semoga besok malam rumah sudah semarak mendekati hari kemerdekaan.

#Day3
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.