Boneka Cia banyak sekali. Dulu cukup ditata di ujung tempat tidur dikeloni semua saat tidur. Lama kelamaan tempat tidurnya sudah tidak menampung lagi. Maka saya buatkan rak gantung dari kain dan triplek. Boneka menjadi tersusun rapi dan tidak memenuhi kasur. Tempat tidur menjadi nyaman kembali.
Selang beberapa tahun, rak tersebut pun penuh. Boneka ditaruh penuh sesak di dalamnya sampai jika rak tersebut bisa menjerit, pasti sudah menjerit tidak karuan karena menanggung beban yang begitu beratnya. Kanan dan kirinya menggelembung mencoba menahan boneka-boneka tetap pada tempatnya.
Lalu lahirlah Bee. Dengan bertambahnya anggota keluarga bertambah pulalah jumlah boneka yang kami miliki. Bee mendapatkan beberapa boneka saat hari ulang tahunnya yang pertama. Dan boneka yang diterimanya sebagai kado adalah boneka-boneka dengan ukuran yang tidak kecil sehingga tidak mampu ditampung oleh rak kami. Kembali tempat tidur menjadi rumah sementara untuk boneka-boneka tersebut.
Betapa kami harus menyesuaikan ukuran tubuh kami agar muat tidur berempat di kasur tersebut. Walaupun telah tersusun rapi di ujung tempat tidur tetap saja kami tidak saja berbagi dengan empat anggota keluarga melainkan beberapa buah boneka. Hehehe.
Saat kami melaksanakan family forum untuk membahas proyek keluarga yang kami butuhkan, langsung saja bapak kepala suku mengusulkan pembuatan rak untuk semua mainan tersebut agar kamar menjadi liveable kembali. Saya dan Cia menyambut dengan senang hati terutama ketika bapak kepala suku bersedia membantu proses pembuatannya.
Oleh karena itu, hari libur ini langsung dimanfaatkan beliau untuk melaksanakan rencana kami. Walaupun pagi harinya masih harus bekerja bakti di lingkungan rumah, rupanya tidak menyurutkan semangat pak kepala suku untuk mengeksekusi rencana kami.
Dimulai dengan diskusi desain yang akan dibuat, tempat untuk meletakkan rak, hingga pengukuran lokasi dan bahan. Setelah semua disepakati bersama saatnya pelaksanaan. Mulai dengan pemilihan bahan, pengukuran kembali, pemotongan hingga penyusunan bahan menjadi rak untuk rumah boneka. Pada proses kali ini peran ayah sangat dominan karena menggunakan alat-alat pertukangan. Walaupun bukan ahli, ternyata ayah juga mampu membuat karya yang luar biasa. Yaaay, Ayah!!! Terima kasih, yaaa Ayah. Saaaaaayang Ayah!!!
Peran Cia adalah membantu ayah jika dibutuhkan dan menyusun boneka ke dalam rumah barunya. Tugas Bee ikut menyusun boneka ke dalam rak. Sedangkan tugas emak adalah sebagai asisten tukang. Hehehe. Dan untuk merapikan beberapa bagian rak yang perlu dirapikan. Ini menjadi kelanjutan proyek esok hari karena sudah masuk malam hari.
Rasanya puas melihat hasil karya kami benar-benar terwujud dan sesuai dengan gambaran di benak kami. Cia dan Bee antusias sekali saat rak dimasukkan ke dalam kamarnya. Walaupun belum 100% selesai, kami sudah bersemangat memindahkan boneka-boneka tanpa rumah ke dalam rumah barunya. Bahkan beberapa boneka ikut pindah rumah. Hehehe.
Proyek ini kami perkirakan dikerjakan selama 5 hari, sepertinya akan terselesaikan lebih cepat dari perkiraan kami. Alhamdulillaaaaah.... Dan rak gantung boneka bisa sedikit bernafas lega 😆.
#Day4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Selang beberapa tahun, rak tersebut pun penuh. Boneka ditaruh penuh sesak di dalamnya sampai jika rak tersebut bisa menjerit, pasti sudah menjerit tidak karuan karena menanggung beban yang begitu beratnya. Kanan dan kirinya menggelembung mencoba menahan boneka-boneka tetap pada tempatnya.
Lalu lahirlah Bee. Dengan bertambahnya anggota keluarga bertambah pulalah jumlah boneka yang kami miliki. Bee mendapatkan beberapa boneka saat hari ulang tahunnya yang pertama. Dan boneka yang diterimanya sebagai kado adalah boneka-boneka dengan ukuran yang tidak kecil sehingga tidak mampu ditampung oleh rak kami. Kembali tempat tidur menjadi rumah sementara untuk boneka-boneka tersebut.
Betapa kami harus menyesuaikan ukuran tubuh kami agar muat tidur berempat di kasur tersebut. Walaupun telah tersusun rapi di ujung tempat tidur tetap saja kami tidak saja berbagi dengan empat anggota keluarga melainkan beberapa buah boneka. Hehehe.
Saat kami melaksanakan family forum untuk membahas proyek keluarga yang kami butuhkan, langsung saja bapak kepala suku mengusulkan pembuatan rak untuk semua mainan tersebut agar kamar menjadi liveable kembali. Saya dan Cia menyambut dengan senang hati terutama ketika bapak kepala suku bersedia membantu proses pembuatannya.
Oleh karena itu, hari libur ini langsung dimanfaatkan beliau untuk melaksanakan rencana kami. Walaupun pagi harinya masih harus bekerja bakti di lingkungan rumah, rupanya tidak menyurutkan semangat pak kepala suku untuk mengeksekusi rencana kami.
Dimulai dengan diskusi desain yang akan dibuat, tempat untuk meletakkan rak, hingga pengukuran lokasi dan bahan. Setelah semua disepakati bersama saatnya pelaksanaan. Mulai dengan pemilihan bahan, pengukuran kembali, pemotongan hingga penyusunan bahan menjadi rak untuk rumah boneka. Pada proses kali ini peran ayah sangat dominan karena menggunakan alat-alat pertukangan. Walaupun bukan ahli, ternyata ayah juga mampu membuat karya yang luar biasa. Yaaay, Ayah!!! Terima kasih, yaaa Ayah. Saaaaaayang Ayah!!!
Peran Cia adalah membantu ayah jika dibutuhkan dan menyusun boneka ke dalam rumah barunya. Tugas Bee ikut menyusun boneka ke dalam rak. Sedangkan tugas emak adalah sebagai asisten tukang. Hehehe. Dan untuk merapikan beberapa bagian rak yang perlu dirapikan. Ini menjadi kelanjutan proyek esok hari karena sudah masuk malam hari.
Rasanya puas melihat hasil karya kami benar-benar terwujud dan sesuai dengan gambaran di benak kami. Cia dan Bee antusias sekali saat rak dimasukkan ke dalam kamarnya. Walaupun belum 100% selesai, kami sudah bersemangat memindahkan boneka-boneka tanpa rumah ke dalam rumah barunya. Bahkan beberapa boneka ikut pindah rumah. Hehehe.
Proyek ini kami perkirakan dikerjakan selama 5 hari, sepertinya akan terselesaikan lebih cepat dari perkiraan kami. Alhamdulillaaaaah.... Dan rak gantung boneka bisa sedikit bernafas lega 😆.
#Day4
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP
Comments
Post a Comment