Skip to main content

Nicely Done

Di hari ke-3 proyek rak kami, akhirnya rumah boneka terselesaikan. Tepian-tepian kasar bekas potongan gergaji berhasil dihaluskan dengan amplas, serat-serat kayu yang tampak dapat dikamuflasekan dengan isolasi. Warna yang dibiarkan natural aslinya ternyata membawa kesan tersendiri. Kekinian dan nostalgic secara bersamaan. Nicely done.

Walaupun tidak se-fancy furniture dari Swiss atau yang memiliki label ternama, rak kami tidak kalah keren dengan produk mereka. Apalagi hasil buah tangan bersama. Rasanya benar-benar puas dengan hasilnya.

Sebelum

Sebelum

Sesudah

Sesudah
Rak gantung yang sehat kembali

Ayah berhasil memanfaatkan kayu yang dipakai dengan baik. Setiap potong kayu dipakai untuk bagian-bagian rak. Tidak ada yang terbuang.

Menurut ingatan saya, dan ingatan wanita itu luar biasa, membuat prakarya semacam ini sudah pernah menjadi wacana bagi kami berdua. Kami ingin bisa membuat berbagai furniture dengan desain kami sendiri. Jadi rak ini sepertinya cocok dijuluki sebagai pioneer angan-angan kami. Akan dibawa ke mana angan-angan ini, kami belum tahu. Semoga pioneer ini menjadi pintu ke arah yang positif.

Kakak sangat kooperatif bahkan cenderung kelewat antusias dalam menjalankan perannya kali ini. Boneka yang sudah punya rumah pun dipindahkannya ke rumah baru. Selesai bermain dengan boneka Kakak menjadi bersemangat meletakkan ke rumahnya kembali.

Bee yang paling seru. Saat melihat kakak menata boneka, Bee ikut meletakkan boneka di rak tapi kemudian mengambilnya kembali. Hehehe.

Saat semua bekerja bersama rasa penat akan berubah menjadi hangat. Kepuasan batin yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

#Day6
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30