Skip to main content

Payung Kertas

Nama Anak: Aqila
Tanggal: 22 September 2017
Aktivitas: membuat origami

Ketika melihat origami payung yang bisa dibuka dan ditutup Aqila langsung tertarik dan ingin membuatnya. Lalu kami bersama-sama belajar membuat origami payung.

Visual:
Memerhatikan tahap-tahap pembuatan payung kertas. Cia kurang telaten dengan banyaknya tahap yang harus diikuti. Beberapa kali saya harus membantunya melipat kertasnya supaya rapi.

Auditori:
Sambil melipat kertasnya Cia tidak berhenti berbicara. Mulai dari menanyakan caranya, mengeluh, dan mengkritisi cara yang rumit.

Kinestetik:
Ketika tahapan pembuatan sudah mulai membosankan baginya karena Cia kesulitan mengikuti, Cia mulai sibuk sendiri. Bermain sendiri dan tidak lagi memerhatikan dan mengerjakan origaminya. Walaupun begitu ketika sudah mulai berbentuk semangatnya muncul kembali.

Walaupu  dengan keluhan dan omelan Cia mau menyelesaikan melipat kertasnya dengan bantuan Bunda.



#Day16
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.