Skip to main content

Tak Menangis Karena Suntik

Nama Anak: Aqila
Tanggal: 15 September 2017
Aktivitas: imunisasi MR

Bulan lalu saat mengantar adek posyandu, kami mendapat pemberitahuan tentang pemberian imunisasi MR gratis untuk semua anak-anak. Awalnya ketika dibilang akan disuntik Cia ketakutan sampai menangis teraedu-sedu. Lalu, berseliweran berbagai ekspresi anak-anak yang sedang diimunisasi. Ada beberapa anak yang pemberani saat disuntik, ada pula yang sampai harus dikejar-kejar oleh gurunya. Anak-anak pemberani tersebut rupanya memotivasi Cia untuk menjadi berani. Ditambah teman mainnya yang sudah di suntik di sekolah menceritakan bahwa rasa sakitnya hanya sedikit dan sebentar, Cia membulatkan tekad untuk berani disuntik. Walaupun penuh dengan keraguan, emak tetap mendukung semangatnya yang sedang membara.

Lalu, tibalah hari pelaksanaan imunisasi yang ditunggu-tunggu. Bangun tidur biasanya Cia menunda mandi, kali ini dia menyegerakan mandinya. Setelah sarapan dia duduk manis di depan tv sambil menunggu adiknya yang masih tertidur. Begitu adiknya bangun Cia langsung membantu menyiapkan mandi dan baju ganti adiknya. Setelah rapi, Cia langsung mengajak berangkat.

"Ayo, Bun. Dan tak sabar, nih."

Dalam hati emak sudah dag dig dug tidak karuan bagaimana nanti membujuknya untuk tenang dan menenengkannya saat menangis. Lalu berangkatlah kami ke posyandu. Di sana dengan gagah berani Cia memasuki ruang tindakan.

"Mau adek dulu apa kakak dulu?"

"Adek dulu."

"Mau sama bunda apa dipangku ibu (petugas)?"

"Sama Bunda aja."

Oke, tindakan dilaksanakan, dengan Bee berada di pangkuan saya. Sesaat kemudian Cia minta dipeluk dan langsung disuntik. Yang menbuat emak terkagum-kagum adalah Cia sama sekali tidak menangis. Such a surprise, padahal luka sedikit saja sudah membuatnya merengek sehari, dua hari, tiga hari. Ternyata tekad bulat yang disiapkannya sendiri semenjak bulan lalu benar-benar menguatkannya.

Visual:
Cia melihat beberapa video proses pemberian imunisasi anak-anak sekolah dengan berbagai ekspresinya. Dari ekspresi tersebut Cia memilih untuk memiliki ekspresi pemberani.

Auditori:
Mendengar cerita temannya bahwa imunisasi tersebut tidak begitu sakit membuat Cia semakin percaya akan dirinya sendiri.

Kinestetik:
Dengan bantuan pelukan emak, ketakutannya semakin ringan, hasilnya Cia koopetatif dan tidak menangis.

Great job Cia!


Nama Anak: Bintan
Tanggal: 15 September 2017
Aktivitas: mandi

Oh my God, apa yang terjadi pada Bee sore ini. Saat diajak mandi Bee mengamuk menjadi-jadi. Biasanya bermain air selalu menyenangkan, saat mandi adalah saat paling membahagiakan. Namun sore ini Bee meronta-ronta saat diajak mandi, saat digendong, bahka saat sudah di kamar mandi. Tak dapat dialihlan sedikitpun perhatiannya. Menolak nenen dan mainan. Bukan Bee yang biasanya. Untung pada akhirnya berhasil mandi walau dengan kecepatan kilat. Saat akan memakai baju, protesannya kembali lagi. Baju bergambar hello kitty tidak mau dipakai, walaupun berhasil dipakaikan tetap saja membuatnya menangis sambil guling-guling.

Visual:
Bee menyukai karakter hello kitty, membuatnnya tertarik dan antusias. Biasanya baju bergambar hello kitty akan dengan senang hato ia kenakan, tp entah karena baju ini baru baginya (sebenarnya baju warisan kakaknya) dan bergambar banyak hello kitty, atau karena apa dia menolak memakainya sepertinya hanya ingin bermain dengannya. Karena belum mampu mengungkapkan perasaannya Bee menangis maraung-raung.

Auditori:
Bee memahami ketika saya akan  mengalihkan perhatiannya jadi, selama kemauannya belum didapatkan Bee masih menolak permintaan saya.

Kinestetik:
Bee meronta-ronta, guling-guling jika kemauannya tidak terpenuhi. Ketika bajunya dilepaskan Bee berhenti guling-guling namun menolak bermain kembali dengan bajunya.

Bee ooh Bee.

#Day9
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30