Skip to main content

Gulungan Benang Berbentuk Tabung

Kehidupan adalah pelajaran yang sesungguhnya. Begitlah yang saya rasakan ketika menerima tantangan matematis logis kali ini. Betapa segala sesuatu di sekitar kita adalah pelajaran yang berharga yang sering kali terlewat untuk dipetik hikmahnya.

Kemarin ketika saya menyapu rumah, ada sebuah bekas gulungan benang tersapu. Si kakak yang asyik main di teras mengamati benda asing tersebut dan bertanya. Saya menjelaskan bahwa itu adalah gulungan benang yang sudah habis benangnya. Ketika saya tanyakan bentuknya,  Cia menjawab bulat. Lalu, saya jelaskan bahwa dua permukaannya memang berbentuk lingkaran, tetapi secara keseluruhan benda tersebut berbentuk tabung. Seketika Cia langsung teringat dengan gelas.

Ternyata matematika ada di dalam kehidupan sehari-hari kita, matematika bukan hanya tentang berhitung dan angka. Saatnya saya mengubah pemahaman ini dan membuka mata lebih lebar tentang makna di setiap segi kehidupan ini.



#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.