Skip to main content

Jalanan Turun Menghemat Tenaga

Rak sepatu kami sudah rusak dan tidak mampu menampung sendal dan sepatu empat orang di rumah. Maka saya memutuskan membuat rak sepatu, sayangnya lem persediaan habis saat rak belum terselesaikan. Kami harus membeli di toko bangunan terdekat yang jalan menuju ke sana naik lumayan tinggi.

Berkejaran dengan waktu tutup toko,  saya mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga. Saat di tanjakan sepeda berjalan lambat. Akhirnya kami sampai toko yang alhamdulillah masih buka. Pada saat pulang Cia mengusulkan.

"Bun, pulangnya nggak usah gowes. Kan, jalannya meluncur kaya prosotan."

"O, iya, Kak. Bunda jadi nggak capek gowes, ya. Kira-kira lebih cepat apa lambat nanti sampai di jalan itu?"

"Iya, nanti cepet sampai karena meluncur, ya, Bun."

Belajar konsep kemiringan melalui jalan yang dilewati, perbedaan kecepatan, percepatan, dan usaha yang digunakan untuk membuat pergerakan. Wuiiih, banyak ternyata yang dipelajari sore ini. Saatnya emak belajar lagi.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.