Skip to main content

Menghemat Waktu Membersihkan Kamar Mandi

Setelah dipakai mandi selama seminggu saatnya bagi kamar mandi untuk ganti dimandikan. Hehe. Cia dengan senang hati menawarkan bantuannya. Tugasnya menuangkan sabun ke beberapa titik di lantai yang lalu saya ratakan dengan sikat kamar mandi sambil digosok.

Selesai menggosok dengan sabun kami bertiga menyirami bekas-bekas sabun tersebut. Lalu Cia membersihkan ember penampung air. Karena embernya tinggi Cia tidak mampu mencapai dasar jadi saya bantu mencucinya. Sabun yang masih berceceran lalu kami sirami bersama.

Waktu membersihkan kamar mandi kali ini lebih singkat dari biasanya dan menyenangkan dengan bantuan anak-anak. Biasanya membutuhkan waktu setengah jam untuk bersihkan kamar mandi, kali ini hanya sepuluh menit kamar mandi sudah bersih dan harum. Artinya pekerjaan dilakukan tiga kali lebih cepat. Walaupun anak masih kecil, kontribusinya sudah luar biasa. Belajar menghargai kerja keras anak-anak, belajar menghargai waktu.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.