Skip to main content

Tawar Menawar Konsep Tabungan

Ketika Cia diajak menabung untuk membeli keinginannya sendiri, Cia masih menolak mentah-mentah ide ini. Kalau di tanya apa keinginannya, pasti dijawab membeli mainan baru. Tapi ketika diberi tugas supaya dapat uang yang bisa ditabung, dia masih menolak. Pe er emaknya banget ini untuk mendapatkan kesepakatan dengannnya. Saya masih berusaha bernegosiasi dengannya, mungkin perlu strategi lain selain hanya ngobrol.

Lalu, terbersit di pikiran saya jika proyek-proyek kecil yang saya tawarkan dengan upah kecil Cia menolak, mungkin disebabkan dia merasa upah kecil tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk terkumpul. Sehingga ada rasa enggan menunggu yang membuatnya menolak kesepakatan ini.

Tetapi untuk konsep rezeki yang datang dari Tuhan, Cia sudah bisa sedikit memahami. Saya ajarkan untuk meminta keinginan apapun pada Tuhan dengan berdoa. Saya rasa untuk  hal ini Cia sudah sangat paham, hanya saja pelaksanaannya yang belum terwujud.

Menanamkan konsep memang lebih sulit daripada pelaksanaannya, swmoga tetap istiqomah memberikan pengertian dengan cara dan bahasa yang tepat kepada anak-anak.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.