Skip to main content

Building Blocks

Energi yang saya punyai serasa sudah sangat menipis dengan aktivitas seharian. Ingin rasanya merebahkan badan dan segera menuju ke alam mimpi. Namun ternyata energi anak-anak berbeda frekuensi dengan saya. Mereka masih ingin bermain meski sudah lepas isya.

Bee mengajak ke kamar, yang saya kira ingin tidur ternyata menenteng tas building blocks. Sampai di kamar malah bermain membuat beraneka ragam bentuk dari balok-balok mainan tersebut. Seakan tidak ada habis energi mereka untuk berkreasi, bahkan Cia mengatakan akan menunggu ayahnya pulang.

Meski mata sudah sangat berat, punggung serasa menjadi papan saya mencoba bertahan demi menemani mereka bermain. Setiap berhasil membuat sesuatu mereka menunjukkan dengan bangga kepada saya. Bee terobsesi dengan Kitty sehingga setiap bentuk yang dibuatnya bercerita tentang Kitty. Cia membuat berbagai macam bentuk mulai dinosaurus duduk di batu sampai alat make up.

Terhibur dan bahagia dengan antusiasme anak-anak dalam mengembangkan diri mereka melalui berbagai kreativitasnya.


#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunsayIIP
#ThinkCreative

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.