Skip to main content

Belajar Mengontrol Suara

Cia anak yang sangat ekspresif, jika terlalu senang atau sedang jengkel dia akan bersuara keras tidak peduli kapan dan di mana. Sore tadi, banyak alasannya ketika waktu mandi sudah tiba. Hingga menjelang maghrib Cia masih berlarian bermain bersama kucing sembil berteriak kencang hingga suara saya yang memanggilnya untuk mandi tidak dia dengar.

Akhirnya dengan agak keras saya memanggilnya masuk ke dalam rumah. Sampai di dalam rumah saya berikan nasihat agar tidak terlalu kencang dalam berbicara. Saya menceritakan Spongebob yang kehilangan kemampuan tertawanya karena terlalu banyak tertawa, begitupun temannya Squidword yang kehilangan kemampuan tertawanya karena tertawa berlebihan.

Yang ingin saya sampaikan adalah segala sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik. Apalagi jika bersuara terlalu kencang bisa jadi mengganggu tetangga sekitar rumah. Seperti Squidword yang terganggu dengan suara tawa Spongebob yang berlebihan. Cia menyatakan mengerti tapi masih belum menjadi habitnya berbicara dengan suara pelan.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.