Skip to main content

Kelinci dan Kura-Kura

Saat saya tanyakan cerita tentang kelinci dan kura-kura, awalnya Cia berkata belum tau. Tapi begitu saya mulai rupanya dia mengingat tentang cerita kura-kura dan kelinci di kartun Upin dan Ipin.

Selesai bercerita saya jelaskan hikmah di balim cerita tersebut. Bahwa kelinci yang sombong dikalahkan oleh kura-kura yang tekun dan pantang menyerah di perlombaan lari. Cia bertanya kenapa bisa begitu, lalu saya jelaskan bahwa kelinci yang larinya cepat pun cepat kelelahan sehingga memerlukan banyak istirahat dalam perjalanannya. Sedangkan kura-kura yang lambat namun konsisten bisa mengatur tenaganya sambil dia berjalan.

Lalu, saya hubungkan dengan kejadian sore ini di mana Cia enggan membereskan mainannya. Saya berikan contoh kura-kura yang mengerjakan tugasnya secara perlahan tetapi terus-menerus bisa sampai garis finish lebih dahulu daripada kelinci. Cia harus membereskan mainannya sedikit demi sedikit tetapi terus-menerus supaya cepat selesai.

Selesai mendapatkan pencerahan Cia meminta maaf karena tidak segera membereskan mainannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.