Skip to main content

Belajar Terbang

Berada di tahap ini kami belajar kepada seorang mentor sekaligus menjadi mentor. Mencari mentor tidak terlalu sulit bagi saya. Sekali ditolak lamaran saya oleh mentor. Lalu tak patah arang, mencari mentor lain yang sesuai dengan kebutuhan saya, menahan godaan berbagai macam ilmu bwrseliweran sepanjang perjalanan, akhirnya bertemu juga dengan mentor baik hati mbak Muja. Masya Alloh, lega rasanya ketika beliau menerima pinangan saya.

Semasa perkenalan kemarin mbak Muja begitu sabar mendengarkan jeritan hati saya. Eaaaa. Sungguh saya sangat membutuhkan bantuan untuk mempraktikkan ilmu manajemen waktu. Daaaan, mbak Muja sudah menyusun kurikulum yang akan kami pelajari selama delapan pekan ke depan. Masya Alloh, sangat terstruktur dan rapi, membantu sekali untuk fokus.

Setelah mendapatkan mentor asyik untuk ngobrol, eh saya dapat lamaran dari beberapa mentor yang dengan terpaksa harus saya tolak. Huhuhu. Andaikan boleh belajar dengan lebih dari satu mentor tentu akan saya terima semua mentor yang menawarkan ilmunya.

Setelah tenang mendapatkan mentor, kegalauan saya belum berhenti sampai di sini. Ternyata mencari mentee lebih sulit mengingat ilmu saya yang masih sedikit dan mungkin belum banyak yang memiliki minat di bidang tersebut. Beberapa kali mencoba melamar mentee dan semua tertolak, hehehe. Ya, sudahlah mungkin jodoh saya memang bertemu mentor kece, belum ketemu mentee kece. Saatnya menikmati perjalanan pertama sebagai kupu-kupu muda meningkatkan jam terbang untuk menjadi manajer waktu yang baik.

Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30