Skip to main content

Meninjau Kembali

Proses bersama mentor sudah berjalan sejauh ini. Kalau yang Emak rasakan bisa mengingatkan kembali untuk fokus dalam belajar, menambah motivasi dan semangat  untuk memperbaiki diri.

Mentor saya baik banget, sering menanyakan perkembangan yang sudah saya dapatkan. Mendengar dengan sabar keluh kesah saya. Melalui pesan tertulis, saya bisa leluasa menceritakan yang saya alami dan saya rasakan, dan mentor saya tidak keberatan. Terima kasih Mbak Muja, masya Alloh tabarokalloh. 

Perjalanan saya memang masih panjang, tapi untuk mencapainya saya mulai menemukan ritme langkah menuju target capaian saya. Menjaga konsistensi dan komitmen menjadi tantangan saya. Menyiasati perasaan lelah dan bosan dengan kegiatan selingan tanpa mengubah jadwal harian dapat menjadi pemicu semangat saya. Sedikit demi sedikit langkah saya dapat menuju target capaian saya. Semoga tetap on track sehingga target tercapai sesuai dengan tenggat waktu yang telah saya tentukan. Semoga perjalanan yang bakal panjang ini membawa keberkahan untuk kami semua. Aamiin. 

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.