Skip to main content

Menghargai Setiap Kemajuan Kecil

Duluuu, ketika awal memasuki tahapan bunda cekatan, mendengar dongeng Ibu Septi bahwa hanya ada dua macam pekerjaan pada akhirnya, yaitu pekerjaan yang membahagiakan dan pekerjaan yang membahagiakan banget. Waktu itu, rasanya masih ragu-ragu apakah nanti saya bisa merasakan bahagia ketika mengerjakan pekerjaan domestik.

Saya mencoba bertahan, mengandalkan rasa penasaran dan tekad kuat untuk melanjutkan setiap tahapan. Meski ada up and down ketika menjalankannya, saya bertekad harus bertahan. Hingga sampai tahap dengan metode mentorship ini, masya Alloh tabarokalloh, akhirnya saya menemukan kebahagiaan itu. Kebahagiaan mengerjakan setiap tugas meski sepele atau bahkan melelahkan. Tidak lagi banyak mengeluh atau mencari alasan pembenaran saya meninggalkan tugas.

Pencapaian ini tak lepas dari dukungan mentor yang dengan sabar dan pengertian membersamai proses belajar saya. #terimakasihmentor. Dan tak hentinya saya bersyukur dan bersyukur mampu belajar hingga sejauh ini. Semoga saya mampu konsisten dan Alloh meridhoi. Aamiiin.

Surat cinta dari mentor keceku:

Gambaran diriku:

#terimakasihmentor

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.