Skip to main content

Passion

 Apa itu passion? Passion adalah sesuatu yang kita senang untuk kerjakan dan memungkinkan kita untuk mengembangkannya menjafi sebuah bisnis bernilai ekonomi. Lalu, apa bedanya dengan hobi? Passion itu membuat kita berbinar-binar ketika mengerjakannya, seringkali waktu terasa berjalan sangat cepat ketika kita mengerjakannya. Deadline bukan halangan bagi passion, justru menjadi pelecut semangat untuk mengerjakan dengan hasil terbaik. Maka, passion akan mudah berkembang menjadi suatu bisnis yang menguntungkan secara finansial serta membahagiakan pelakunya saat mengerjakannya. 

Apa passionmu, Mak? Kalau saya seperti ini. 


Bismillah, jika ini merupakan jalan terbaik, semoga Alloh mudahkan dan ridhoi. Aamiiin. 


Sumber

Kuliah online Bunda Produktif Intitut Ibu Profesional tanggal 14 Oktober 2020.

Comments

  1. Semangattt!!! Passionku resik2 mbak. Termasuk resik-resik makananan😆✌🏼

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaaaaa 😂. Ga boleh mubadzir mbak. Makanya jarum timbangan susah ngirinya 😂😂

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.