Skip to main content

Evaluasi Perkembangan

Meninjau kembali kegiatan selama sepekan apakah sudah sesuai dengan target yang harus dikerjakan. Beberapa terselesaikan dengan baik, alhamdulillah. Masih ada tugas yang harus dikerjakan, sambil menunggu setoran video dari teman-teman untuk diolah, mengoptimalkan video jadi. Melawan diri sendiri, mematahkan rasa malas supaya video tutorial yang dihasilkan mampu menyampaikan informasi sesuai harapan. Sehingga memberikan manfaat bagi banyak hexagonia. 

Hal yang paling tak terduga adalah ketika konsul video ke editor professional. Perasaan was-was, deg-degan bakal mendengar ulasan video yang telah dibuat membuat saya beberapa kali menunda. Tapi ternyata setelah konsultasi pertama kali, responnya sangat kalem akhirnya justru konsultasi beberapa kali. Meminta pertimbangan dan masukan dari beliau. Yang bikin nano-nano rasanya adalah editornya suami sendiri. Hahahaha. Sungguh pembicaraan yang jauh berbeda dari pembicaraan kami yang biasa. Ternyata seru diskusi mengenai bidang yang selama ini beliau geluti tapi saya acuhkan. Hehehe. Awalnya yang saya tidak tertarik dengan pengeditan video, saat ini merupakan tantangan yang menyenangkan untuk saya. 


Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.