Skip to main content

Newstime

Tak terasa kami berada di penghujung perkuliahan Bunda Produktif. Pengerjaan project passion telah selesai, pun gegap gempitanya acara virtual conference beberapa waktu lalu. Ada rasa yang hilang, ada rasa canggung, ada rasa semangat yang mulai memudar. Tapi dengan semangat dari Founding Mother, bahwa berakhirnya Bunda Produktif berarti adalah awal peluncuran Hexagon City sebagai sebuah kota virtual pertama di Indonesia. Bangga menjadi salah satu warganya. Begitulah rasanya ketika mengikuti setiap perkuliahan di Ibu Profesional. Up and down di segala sisi, semangat, emosi, rasa. Tapi dari situlah kemampuan saya sebagai manusia semakin terasah. Menjadi manusia seutuhnya. 

Saatnya berefleksi, belajar dari kesalahan yang kami buat selama menjadi warga Hexagon City. 




Belajar mengambil hikmah dari setiap kesalahan yang dibuat supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena sejatinya manusia yang lebih baik adalah yang mampu belajar dari kesalahannya. 

Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30