Skip to main content

Newstime

Tak terasa kami berada di penghujung perkuliahan Bunda Produktif. Pengerjaan project passion telah selesai, pun gegap gempitanya acara virtual conference beberapa waktu lalu. Ada rasa yang hilang, ada rasa canggung, ada rasa semangat yang mulai memudar. Tapi dengan semangat dari Founding Mother, bahwa berakhirnya Bunda Produktif berarti adalah awal peluncuran Hexagon City sebagai sebuah kota virtual pertama di Indonesia. Bangga menjadi salah satu warganya. Begitulah rasanya ketika mengikuti setiap perkuliahan di Ibu Profesional. Up and down di segala sisi, semangat, emosi, rasa. Tapi dari situlah kemampuan saya sebagai manusia semakin terasah. Menjadi manusia seutuhnya. 

Saatnya berefleksi, belajar dari kesalahan yang kami buat selama menjadi warga Hexagon City. 




Belajar mengambil hikmah dari setiap kesalahan yang dibuat supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena sejatinya manusia yang lebih baik adalah yang mampu belajar dari kesalahannya. 

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.