Skip to main content

Selebrasiiiii!! Yaaaaay!!!

Mendengar kata selebrasi, rasanya pengen bersorak hore. Tapi di sisi lain ada rasa yang tidak mengenakkan. Mungkin karena merasa berada di akhir perjalanan. Tetapi bahagianya menjadi mahasiswa Ibu Profesional adalah pasti akan ada tantangan selanjutnya. Inilah yang selalu menjadi penyemangat ketika sudah berada di akhir perkuliahan. 


Sepanjang perjalanan banyak hal yang telah kami alami. Pada selebrasi kali ini peran saya adalah tim sorak hore. Membuat video selebrasi bersama teman-teman co-house dengan membacakan puisi. Wiiih, harus tampil di depan kamera itu wow banget meskipun rekaman. Hehehe. 


Sementara di dapur cluster tim sedang menggodog persiapan selebrasi cluster hingga matang. 






Saat live, meski sebagai tim hore berdebar-debar ketika menunggu video tampilan saya ditayangkan. Saat tayang, rasanya malu-malu gimanaaaa, gitu, deh. Hehehehe. Tapi, langsung menghembuskan nafas lega ketika selesai ditayangkan. 

Selebrasi yang tidak biasa, hanya di sini. Karena sungguh luar biasa. 


Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.