Skip to main content

Mencari Tim yang Solid

Setelah kami belajar mencari masalah, saatnya kami belajar untuk memecahkan setiap masalah. Kami harus mencari partner yang sedang menggadapi masalah yang sama atau sudah mahir di bidang tersebut untuk menjadi sebuah tim yang solid. Untuk itu kami harus shout out masalah kami agar bertemu dengan orang yang merasakan hal yang sama. 


Awalnya saya berdebar-debar apakah permasalahan yang sedang saya hadapi ini juga dihadapi oleh orang lain? Ternyata saya tidak sendirian, saya bertemu Mbak Indah, Mbak Eka (satu HIMA Bogor), Mbak Hanny (Regional Bogor), Mbak Lia (Regional Bogor), dan teman satu cohouse Mbak Lisa. Betapa bahagianya ternyata saya tidak sendiri. Bertemu dengan tim yang bukan hanya merasa senasib sepenanggungan, tetapi juga memiliki berbagai keahlian yang saling melengkapi. Semoga tim ini bisa solid sehingga mampu memberikan manfaat kepada orang banyak nantinya. 




Saya memutuskan membuat text-visual campaign dan berencana memberikan voice over, tetapi ternyata tidak berhasil dengan baik. 


Inilah tim yang kami susun untuk menyelesaikan permasalahan yang kami hadapi. 


Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.