Skip to main content

Review 3

Berpasangan dengan mahasiswi yang berbeda lagi untuk review kali ini. Ketika berganti-ganti buddy review ini memiliki keunikan tersendiri. Satu sisi kami jadi saling mengenal mahasiswi dari berbagai regional. Namun, di sisi lainnya kesulitan mereview jurnal karena kurang memahami runutan dari awal. 


But it's okay, semua mahasiswi Kampus Ibu Pembaharu sangat keren. Masing-masing buddy yang saya temui sangat terbuka dan dengan baik hati memaparkan perjalanannya, begitupun beliau dengan senang hati memberikan insight baru kepada saya dan tim.


Kali ini saya berpasangan dengan mbak Dyah Widi Subekti dari regional Banyumas Raya. Jurnal beliau sangat menginspirasi, membentuk home team untuk menyelesaikan masalah anak-anak aqil-baligh. Anak-anak juga termasuk di dalam tim tersebut, jadi bukan menjadi objek pendidikan, melainkan subjek pendidikan. Mengajak anak untuk mencari akar masalah yang terjadi. Berikut review saya untuk jurnal mbak Dyah. 



1




Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30