Skip to main content

Kemana sajaaaaa, mak?

Wah, luama banget nggak menengok ini blog, ya? Kemana aja, maaak? Hmmm diitung ada berapa tahun, ya? Hahahaha. So much happened di masa vakum nengok blog. Mulai dari jualan kaos, harus pupus karena kehilangan data, hiks. Belajar baking, belajar masak makanan baru, belajar finansial, belajar bisnis, and so on.


Tapiiii, yang paling berkesan adalah berubahnya mindset tentang olahraga. Duluuuu alasan klasik adalah I don't have enough time. My motherhood activity sangat menguras waktuku. Ah, gini aja aku merasa sehat, kok! 😁 Lalu, melalui beberapa video wawancara tokoh-tokoh terkenal yang kutonton, aku mendapatkan satu kata kunci yang menjadi rahasia performa luar biasa mereka. Di balik kesibukan mereka yang jauuuuh lebih padat dari pada diriku ini, mereka menyempatkan diri untuk berolahraga. Dari sini pemikiran sempitku sedikit demi sedikit tercerahkan. Like an epiphany, wow mereka yang super duper sibuk menyempatkan 1 jam waktu mereka untuk berolahraga. Bagaimana denganku, masa 15 menit bahkan 10 menit aja buat olahraga nggak sempat? Mulailah terjadi perang dalam batinku, ceelaaah. Hahahaha.


Dari kegalauan ini mulailah mencari-cari olahraga yang singkat dan mudah. Hahahaha. Kelas noob banget, dah! Ketemu cardio 20 menit, rutiiiin ni awal-awal. Tiap hari rajin mengawali hari dengan tutorial dari yuktub tersebut. Sambil belajar lagi gimana, sih olahraga yang baik? Beruntungnya punya sepupu bff dari bayi yang punya persamaan vibe. Saling sharing dan cerita ketemulah pola olahraga yang pas buatku. Maklum, belum bisa afford personal trainer. Hihihi.


Dari yang monoton dan bikin bosan, sampai berani mencoba hal-hal baru, suka nonton video keberhasilan orang-orang berolahraga sebagai motivasi, sampai simpan video-video olahraga. Meski begitu, jalan tak semulus jalan tol, niat dan konsistensi selalu diuji. Berbagai godaan kadang bikin rasa malas itu seringkali muncul. Jadi, olahraga belum menjadi kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. 


Lalu, terjadilah sebuah peristiwa yang benar-benar menjadi titik balikku. Bapakku, nggak pernah neko-neko, menjalani pola hidup sehat, makan makanan sehat, olahraga teratur tiba-tiba terdiagnosa penyumbatan pembuluh darah jantung (alhamdulillah, Masya Alloh tabarokalloh bapak sehat hingga saat ini dan semoga sehat seterusnya dan selama mungkin, aamiin 🤲). Hal tersebut langsung menamparku keras-keras. Jika bapak dengan pola hidup sehatnya bisa terkena, apa kabar denganku?


Dari epiphany itulah aku tersadarkan bahwa selama ini tubuhku sudah memberikan signal-signal peringatan yang sering kuabaikan dengan dalih hanya kecapekan menjalankan peran sebagai ibu. Aku sadar, aku sudah dzolim pada tubuhku sendiri 😭. Dari CTS (Carpal Tunnel Syndrome), plantar fasiciitis, low back pain dan pain-pain lainnya mulai kualami dan menghambat aktivitasku. Bangun tidur bukan merasa segar, tapi serasa makin jompo. Dari berbagai video olahraga yang aku tonton, baru sadar bahwa itu tanda-tanda otot yang tidak pernah dilatih. OMG! Dari sini makin tumbuh motivasi dari dalam diriku untuk rutin berolahraga meski hanya diagonal push up 30x sehari. Paling tidak, otot bisa meregang dan mengencang dengan cara yang benar. Karena kram itu sakit banget, kan, gaes! 


Kadang ada aja omongan gini, "Olahraga melulu emang udah turun berapa kilo?" Hmmm, kalau itung timbangan memang belum banyak, ya! Baru 5 kilo, itupun naik turun kalau lagi jorok makannya atau lagi malas olahraga. Tapiiii, aku belajar timbangan bukan lagi menjadi alat ukur keberhasilanku. Baju yang jadi longgar, cincin yang muat di jari, lingkar pinggang yang berkurang, dan yang terpenting nyeri-nyeri yang kualami sedikit demi sedikit berkurang. Ini aja udah bahagia banget, merasa hidup lebih ringan dan minim keluhan. Hahahaha. 


Nah, yang lebih bikin bahagia lagi adalah ketika aku harus ngosek 2 kamar mandi langsung plus tempat cuci jemur. Udah bayangin bakal njarem-njarem malemnya, ternyata tidak berasa apa-apa, saudara-saudara 😭. Terharu banget, aku bisa menaklukkan kegiatan harian yang mulanya termindset sebagai beban, sekarang bisa dijalankan dengan ringan saja. Besoknya ngetes lagi, masukkan galon dengan diangkat. Selama ini kudorong atau kugelindingkan. Hahaha. Hasilnya? Terasa berat? Iya, lah galon sekitar 19kg, tapiiii tidak ada kram atau nyeri otot setelahnya sampai malamnya, lho! Dan aku angkat 3 galon. Can you imagine how happy I was! Itu tu rasanya terharu bangeeet bangeeet bangett. Menjadikanku makin semangat buat berlatih secara konsisten. 


Apalagi, ya? Oh, ketika anak-anak ngajak jalan-jalan, aku yang biasa nyeri tumit setelahnya, sekarang sudah jauuuuh berkurang, bahkan masih bisa beraktivitas lagi setelahnya. Anak bontot yang saat rewel cuma mau gendongnya sama mamak, sekarang bukan lagi menjadi beban. Mau berapa lama pun rasanya sanggup-sanggup aja. Masya Alloh tabarokalloh. ❤️❤️❤️


Intinya dengan olahraga I want to live my life to the fullest with my beloved big family as long as possible. 


Sementara segini dulu, deh curcolnya. Olahraga itu untuk sehat, olahraga jadi kurus itu bonus. 




Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Off Project

Hari ini lumayan melelahkan.  Kami pulang dari rumah saudara dan masih kelelahan. Kami belum sempat melaksanakan proyek membaca hari terakhir karena kami harus berangkat lagi untuk memperbaiki handphone saya yang benar-benar membutuhkan pertolongan.  Akhirnya proyek membaca dilakukan sembari menunggu proses perbaikan handphone. Kakak Cia mengenali huruf "S"  dari tulisan simpati di kartu perdana.  Another wow moment dari Cia. #Day11 #Level3 #MyFamilyMyTeam #KuliahBunsayIIP

Kegemaran Cuap Cuap Cia

Setiap individu itu unik, masing-masing memiliki tujuan penciptaan yang berbeda-beda. Dan setiap anak yang lahir di muka bumi ini membawa misi hidupnya untuk membawa rahmat bagi semesta. Tugas orang tua adalah mendampingi anak-anak untuk menemukan misi hidupnya. Tentu tidak mudah menemukan misi hidup anak-anak kita, apalagi Tuhan tidak memberikan panduan spesifik untuk menemukannya. Tuhan hanya memerintahkan manusia untuk Iqro', termasuk di dalamnya adalah membaca tamda-tanda dan petunjuk Tuhan melalui sikap dan tingkah laku anak. Sebagai orang tua tugas kita adalah menemukan visi tersebut dan mengantarkan anak pada tujuannya hingga dapat memberi manfaat. Untuk itu diperlukan pengamatan yang jeli tentang anak, bisa dimulai dengan hal-hal yang membuat matanya berbinar-binar. Pengamatan saya pada Cia adalah anak ini sangat senang bergerak. Berlompatan di kasur yang menjadi trampolinenya, berlarian di luar rumah bersama teman-temannya, menirukan gerakan tarian moderen. Selagi ma...