Skip to main content

Posts

Menabung dengan Tujuan

Si Kakak Cia adalah anak yang all out. Jika menyukai sesuatu dia tidak tanggung-tanggung dari baju, buku, hingga mainan harus berhubungan dengan kesukaannya. Karena banyak sekali keinginannya saya membiasakan tidak langsung memberikan keinginannya tersebut. Saya biasa mengatakan kalau kami harus menabung dulu untuk membeli sesuatu yang bukan kebutuhan. Kadang saya harus menjelaskan jika kami sudah menghabiskan uang untuk mainannya, uang kami tidak cukup untuk biaya hidup selama sisa bulan tersebut. Namanya anak-anak baru mengenal konsep kebutuhan dan keinginan ada juga saatnya dia tidak memerima penjelasan ini dan masih ngotot untuk meminta. Jika ini yang terjadi saya biasanya akan memberikan penjelasan berulang atau memberi ultimatum tentang kebutuhan pokok yaitu makan. Biasanya dia segera menerima penjelasan ini. Kali ini saya akan mencoba memberikan reward yang bisa dia tabunh sendiri untuk mencapai tujuannya. #KuliahBunsayIIP #Tantangan10Hari #Level8 #RejekiItuPastiKemulia...

Koreksi Diri Lagi

Beberapa minggu belakangan kehidupan kami mengalami pergeseran kondisi. Mulai dari tidak berfungsinya internet hingga menurunnya semangat dan kumpulan ide dalam menuangkan kata. Beberapa kali mencoba merangkai kata, namun beberapa waktu kemudian sudah menekan tombol backspace untuk membersihkan layar. Berulang kali demikian yang terjadi hingga rasa bosan menguasai. Sebenarnya, mengamati kelebihan anak-anak membuat saya semakin banyak berkaca, lebih banyak mengoreksi diri dan merenung. Banyak sekali yang perlu dikoreksi pada diri saya untuk memantaskan diri sebagai ibu dari anak-anak yang luar biasa.

Kerabat yang Berkunjung

Cia senang sekali jika temannya bermain ke rumah, apalagi ada kerabat yang berkunjung. Kebetulan kerabat yang berkunjung memiliki anak perempuan berusia dua tahun. Cia senang sekali bisa bermain bersama. Bermain macam-macam mulai perosotan hingga mengeluarkan semua isi kulkasnya. Cia sibuk sekali bermain hingga lupa waktu untuk tidur. Biasanya waktu tidurnya sehabis isya', ini dia bermain hingga jam 9 malam itupun setelah dibujuk dan dirayu. Sedangkan Bee lebih banyak mengamati kakaknya bermain bersama di awal. Bee belum mau terlibat permainan mereka hingga dia merasa benar-benar aman. Bee memerhatikan dari kejauhan keasyikan kakaknya bermain perosotan. Akhirnya setelah beberapa waktu Bee mau juga terlibat dalam permainan tersebut dan ikut bersenang-senang bersama. Kedua anak ini memang memiliki karakteristik yang berbeda, masing-masing unik dengan kelebihannya. Mood yang kadang tidak selaras membuat kemungkinan bersinggungan sangat besar. Sehingga kadang terjadi selisih paham ...

Mengenal Pabrik

Ketika sedang menunggui saya menyetrika Cia bertanya mengenai pabrik. Apa itu pabrik, ada pabrik apa saja, mengapa pabrik mencetak barang tertentu saja, dan bagaimana produksi tersebut berjalan. Pertanyaan ini terus saja dia cecarkan kepada saya. Saya menjelaskan ada proses mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi di pabrik. Dan pabrik mengerjakan proses produksi suatu barang dengan jumlah banyak. Lalu dia menanyakan satu per satu barang yang diketahuinya diproses di pabrik, mulai dari kain, baju, mainan pony, mainan lain, hingga bertanya pabrik rumah. Hehehe Lalu saya jelaskan bahwa bahan baku pembuatan rumah seperti, semen, baru bata atau batako, besi dicetak di pabrik. Dan disusun oleh pekerja atau tukang. Cia masih mengejar dengan bagaimana proses di pabrik itu, lalu saya carikan video tentang cara segala sesuatu dibuat. Saya mulai dengan produk yang familiar yaitu gula aren lalu mainan. Melihat rumitnya proses pembuatan sebuah mainan dinosaurus, Cia sedikit heran ternyata ma...

Menghabiskan Energi

Cia anak dengan energi yang sangat tinggi. Siang hari dia habiskan untuk bermain di dalam rumah. Meski disuruh tidur siang beristirahat sejenak, Cia menolak. Saya yang sudah tidak kuat lagi menahan kantuk akhirnya meninggalkannya tidur siang dengan harapan jika tidak ada teman dia mau menyusul tidur. Namun yang terjadi malah sebaliknya, Cia menata lebih banyak kursi untuk dia bermain lompat-lompatan. Sampai saya bangun Cia masih melompat-lompat dari kursi dan prosotan. Ketika kami bangun, Cia diminta memijit ayahnya dengan jalan di atas punggung. Ini pun dilakukannya dengan melompat-lompat di atas kasur. Kelebihan energinya ini biasanya disalurkan di luar rumah tetapi karena sedang hujan dia salurkan di dalam rumah. Rupanya kegiatan dalam ruang kurang menguras energi sehingga Cia tidak berhenti melompat-lompat. #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunsayIIP #BintangKeluarga

Sekolah Mewarnai

Cia senang corat coret. Setiap ada waktu luang Cia menggambar di buku lalu dia ceritakan isinya kepada saya. Buku-bukunya cepat sekali penuh. Berangkat dari kesenangannya corat coret ini kami memberinya crayon, Cia senang sekali dan gambarnya diberi warna-warni dari crayon. Lalu kami carikan tempat les mewarnai yang lokasinya terjangkau dengan rjmah kami. Selama hampir setengah tahun ini Cia menikmati sekolah gambarnya. Dia selalu menunjukkan hasil mewarnainya kepada kami sepulang sekolah. Teknik pewarnaanya semakin baik dari waktu ke waktu. Menurut gurunya Cia perlu lebih telaten dan konsentrasi saat sedang mewarnai. Jika sabar dan konsentrasi, warnanya sudah cukup baik. Kadang jika bertemu temannya Cia lebih banyak ngobrol sampai lupa gambarnya. Kali ini, Cia mampu menyelesaikan gambarnya tepat waktu dengan hasil yang lebih baik. Sebelum kami tinggalkan di sekolah Cia kami minta berjanji untuk bersungguh-sungguh belajar mewarnai, tidak terburu-buru dan mengerjakan sesuai teknik y...

Bee Membersihkan Lantai, Cia Memotong Sayuran

Anak-anak paling suka terlibat dalam aktivitas sehari-hari. Namun, karena emak yang kadang kurang sabar ketika harus membersihkan bekas keikutsertaan mereka, jarang mengijinkan mereka ikut dalam kegiatan harian. Namun, kebiasaan tersebut mulai berubah beberapa waltu belakang. Saya lebih membebaskan anak-anak untuk turut andil dalam kegiatan saya. Saya lebih longgar dan santai dalam kebersamaan dengan mereka. Saat mencuci saya berusaha menggunakan tangan sehingga anak-anak akan ikut serta belajar mencuci. Saat membersihkan kamar mandi anak-anak ikut serta menuangkan sabun dan membilas.  Kali ini, saya membersihkan tempat cucian dan Bee dengan antusias membantu menyikat lantainya. Bee senang sekali, mengamati saya melakukan pekerjaan saya lalu menirunya. Bee terlihat menikmati tugas ini apalagi kegiatan ini melibatkan air dalam prosesnya. Hehe.  Selama ini, saya masih menjauhkan anak-anak dari benda tajam terutama pisau. Cia harus puas hanya dengan pisau mainan atau ...