Skip to main content

Membuat Jadwal Kegiatan

Cia memasuki usia taman kanak-kanak tetapi masih menolak sekolah di sekolah formal dengan alasan sekolah tk adalah sekolah untuk anak kecil (lha dirinya ini apa bukan). Tapi tak apa setelah berdiskusi dengan suami kami pun sepakat menuruti dulu kemauannya. Hanya suami meminta tetap ada jadwal terstruktur dalam proses belajar Cia di rumah supaya lebih terarah kegiatannya.

Hari ini saya mulai mendiskusikan dengan Cia apa saja kegiatan terstrukturnya setiap hari. Setelah berdiskusi beberapa saat Via setuju dengan jadwal yang saya usulkan.  Saya tulis di secarik kertas dan meminta Cia menempelnya di pintu kulkas agar mudah terbaca.



Goal kami adalah semua kegiatan dalam jadwal yang kami buat terlaksana dengan baik.

Setelah menempel Cia langsung bertanya hari ini hari apa dan apa yang harus ia kerjakan.  Hari Senin adalah hari belajar membaca dan menulis. Cia langsung mengambil alat tulisnya dan meminta diajari menulis. Wow, dan dia menikmati prosesnya. Yang awalnya saya perkirakan rentang konsentrasinya hanya berkisar 5-15 menit. Cia malah meminta sendiri tambahan waktunya.

Pada malam hari ini Cia menagih hutang belajarnya yaitu dibacakan buku. Cia langsung memilih buku yang menarik baginya lalu meminta saya membacakan ceritanya sambil menebak-nebak huruf yang dia ketahui.

Bee sangat antusias mengikuti semua prosesnya. Ketika Cia menulis, Bee tak mau ketinggalan.  Saatembaca buku, Bee selalu nimbrung ikut membaca.

Pelaksanaan jadwal hari pertama sukses dilaksanakan. Berharap selalu mendapatkan jalan yang terbaik ke depannya.

#Day12
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30