Skip to main content

Rak yang Tak Kunjung Rapi

Finishing touch untuk rak boneka belum emak laksanakan. Ada beberapa faktor penyebab tidak terlaksananya program ini.

Pertama, teman-teman Cia main ke rumah dari pagi-pagi buta silih berganti.

Kedua, Cia bermain terus-terusan di luar rumah membuat Bee ingin ikut bermain. Jadi emak harus mengikutinya jika tidak, Bee uring-uringan merengek terus.

Ketiga, emak merasa sedikit meremehkan karena target penyelesaian lebih cepat sehingga kurang semangat untuk segera melaksanakannya.

Rencana awal kami akan melapisi kayu rak dengan kertas kado untuk menutupi kekurangan di sana sini. Tetapi setelah dipasang ternyata keaslian warnanya membuatnya unik. Ditambah kayu yang kami gunakan adalah kayu bekas lemari rusak, memunculkan rasa nostalgia kami terhadap lemari tersebut beserta kenangannya. Sedikit membuat saya melodramatis jika mengingat kenangan lemari tersebut. Hehehe

Semoga besok segera bisa terlaksana untuk menghaluskan kayu bekas potongan gergaji di beberapa titik.

#Day5
#Level3
#MyFamilyMyTeam
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30