Skip to main content

Membuat Bus Mainan bagian 2

Setelah berhasil dengan satu kotak, kami melanjutkan pembuatan bus dengan kotak-kotak berikutnya. Namun, karena langsung membuat dua kotak, Cia rupanya bosan di tengah perjalanan pembuatannya dan terlalu banyak berlumur lem yang membuatnya sedikit risih. Maka dia berhenti lebih awal untuk membersihkan lem-lem yang menempel di kaki dan tangannya. Yang membuat emak geregetan adalan dia mengajak pula adiknya untuk membersihkan diri yang membuat baju adiknya basah semua. 😅😅

Nama Anak: Aqila
Tanggal: 18 September 2017
Aktivitas: making toys, upcycling, recycling

Visual:
Melihat tangan dan kakinya yang sudah sangat belepotan, Cia merasa risih dan tidak mau melanjutkan kegiatan pengeleman. Melihat adiknya yang belepotan rupanya membuatnya risih juga akhirnya si adik diajak bebersih.

Auditori:
Cia kurang memerhatikan instruksi emak hari ini, lebih senang melaksanakan idenya sendiri. Walau emak sudah katakan untuk membersihkan diri nanti sekalian mandi, Cia tidak menggubris dan malah bermain air. 😅

Kinestetik:
Pengulangan proses yang sama membuatnya lekas bosan sehingga mudah teralihkan perhatiannya. Tugas emak membuat proses pembuatan mainan ini lebih menantang baginya.

#Day12
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP

Comments

Popular posts from this blog

Hari 18, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 18 dan rencana hari ke - 19. Hasil hari ke - 18 Rapor hari ke - 18 Hanya satu pekerjaan yang tidak terlaksana, namun penting dan tidak terlalu berat untuk dikerjakan. Melawan rasa malas memang tantangan yang perlu ditaklukkan. Rencana hari ke - 19

Hari 3, Tantangan 30 Hari

Lanjut hasil hari ke-3 dan rencana hari ke-4 Hasil pelaksanaan hari ke - 3 Catatan: Daftar pekerjaan yang terlalu banyak juga akan menjadi kendala pelaksanaannya. Meski capaian lebih dari hari sebelumnya, ketidaktuntasan pekerjaan membuat mood berubah menjadi tidak terlalu baik. Rencana hari ke - 4 Rencana hari ke - 4

Review 6

Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Nurnaningsih dari IP Solo Ray untuk review jurnal. Kami sama-sama menyelesaikan masalah ekonomi. Sempat mengalami miss komunikasi karena saya salah input data regional dan ternyata kurang input nomor ponsel sehingga tidak bisa dihubungi. Mbak Nurna tidak bisa menjangkau saya, dan saya baru bisa menghubungi beliau lepas mengerjakan kongres Ibu Pembaharu. Setelah ngobrol dengan mbak Nurna berikut review saya.