Skip to main content

Menghargai Perubahan Kecil untuk Perubahan Besar

Selama kurang lebih dua minggu kami belajar istiqomah untuk membaca, memberikan dampak yang luar biasa. Anak-anak lebih senang dengan buku, si kakak yang dulu sudah menyukai buku bergambar sekarang mulai menyukai buku cerita lebih panjang. Si adik selalu mengaduk-aduk rak buku untuk mencari buku yang menarik hatinya. Tanpa di suruh si kakak selalu meminta dibacakan sebelum tidur.

Rasanya kebiasaan baik ini meski kecil sangat berarti bagi kami. Kebiasaan baru yang lebih baik, membuat kehidupan kami lebih berwarna. Saya lebih bisa memilah waktu dan prioritas untuk anak-anak. 

Hanya saja bapak kepala suku belum terlibat, kami masih asyik bertiga dengan kebiasaan ini. Semoga kami tetap istiqomah sehingga mampu menularkan kebiasaan ini ke kepala suku juga. Harapan saya, seluruh anggota keluarga dapat membiasakan diri untuk membaca. 

Perubahan besar selalu diawali langkah yang kecil. Kami memulai, semoga semangat kami bisa menular ke sekitar dan membawa manfaat yang lebih besar lagi. 

Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30