Skip to main content

Klasifikasi Hewan

Bermain saat mandi tidak bisa dipisahkan dari anak-anak. Berbagai mainan ikut dimandikan, termasuk mainan penyu yang bisa berenang. Ketika diputar kuncinya, penyu tersebut akan menggerakkan kakinya dan akan berenang jika diletakkan di air.

Cia tiba-tiba membahas hewan sejenis penyu ini. Dia mengibaratkannya sebagai "teman", bahwa penyu itu temannya buaya dan kura-kura. Lalu saya jelaskan bahwa kura-kura, penyu, buaya termasuk kelompok reptilia. Walaupun tidak secara runut saya jelaskan mengenai klasifikasi hewan (karena kebetulan saya juga lupa. Hihihi) tapi Cia langsung menyahut dan menghubungkan penjelasan saya dengan dinosaurus. 

"Brarti, penyu masih sodaranya dino, dong, Bun? Dino, kan reptil juga."

Saya terkejut Cia bahkan mengingat detail tersebut meski kami belajar tentang dino sudah sangat lama dan jarang sekali kami bahas kembali. Cia kemudian mengira nenek moyang kura-kura dan penyu pada jamannya dinosaurus hidup. 

"Dulu, penyu dan kura-kura, bentuk dinosaurusnya gimana, ya, Bun?"

"Wah, apa, ya, Kak dino yang kemudian sekarang menjadi penyu dan kura-kura? Ankylosaurus bukan, ya? Kan, lapis baja badannya?"

"Oh, iya kali Bun. Kan, badannya keras."

"Nanti kita cari tahu, ya."

Dari percakapan sederhana ini kami belajar sedikit tentang klasifikasi hewan dan nenek moyang hewan yang mengikutsertakan evolusi atau perubahan bentuk hewan. Ketika rasa ingin tahu anak muncul, saat itulah orang tua belajar kembali.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs 

Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30