Skip to main content

Melawan Malas, Jika Bisa Saat Ini Jangan Tunggu Nanti

Selama seminggu Emak melatih diri untuk melawan rasa malas menunda tugas. Ternyata tidak mudah menaklukkan rasa malas. Musuh yang paling berat adalah dirimu sendiri. Dan itu memang benar adanya, Mak.

Saya membuat target jam 12.00 atau sebelum adzan dhuhur semua pekerjaan domestik dihentikan, jika belum selesai akan dilanjutkan sore hari atau malam hari. Hasilnya bagaimana? Berantakan, Mak. Karena saya paling nggak bisa tenang jika pekerjaan belum selesai lalu ditinggalkan. Hasilnya molor melulu jamnya macam permen karet. Huhuhu. Sudah mencoba disiasati bangun lebih pagi atau sebagian pekerjaan dikerjakan malam hari, seperti seterika. Masih saja keteter.

Ternyata kuncinya adalah melawan malas, mencegah penundaan pekerjaan. Rasanya belajar ini belum cukup hanya seminggu. Rapornya merah semua, Maaaak 😰😥. Sudah pasti, harus remidi ini.


Comments

Popular posts from this blog

Tujuan yang SMART

     Menetapkan tujuan yang SMART tim kami dimulai dengan meninjau kembali sumber daya yang kami miliki. Kami memetakan kembali kekuatan dan potensi masing-masing anggota tim.       Langkah selanjutnya adalah mencari irisan tujuan dari masing-masing anggota tim. Pada diskusi sebelumnya kami telah menemukan irisan masalah yang sama, sehingga merumuskan tujuan ini mengacu pada permasalahan yang ingin kami selesaikan.       Kami memecah tujuan tersebut menjadi dua milestone. Pada setiap milestones kami berencana melakukan evaluasi pencapaian kami. Jika tujuan kami tercapai dalam dua milestones kami akan menetapkan arah tujuan kami berikutnya.      Berikut resume hasil diskusi kami tentang tujuan tim, golden rules dan exit procedures yang telah kami sepakati. Proyek Optimasi Tertarget Menuju Branding Tim OPTIMOMS A. Sumber Daya Tim   B Tujuan Tim      Setelah melakukan optimasi tertarget selama 6 bulan...

Alhamdulillah Mainan Baru

Kedatangan paket mainan impian Cia menjadi pintu masuk yang baik bagi saya menjelaskan tentang pemilik rezeki. Saya jelaskan bahwa ketika dulu dia meminta mainan dan saya minta untuk bersabar, berdoa, dan menabung saat ini sudah dapat terwujud. "Nah, Kak. Ini jawaban do'a Kak Cia waktu itu. Makanya sekarang kalau kepingin apa-apa berdo'alah sama Alloh. Minta sama Alloh." "Iya, bunda. Mamangnya ini yang bikin Alloh? " Hahaha, jawaban yang tak terduga lagi. Saya sedikit gelagapan menjelaskannya. Tapi saya mulai jelaskan bahwa mainan tersebut dibeli dengan rezeki yang berupa uang. Bahwa ayah dan ibunya perlu bekerja dan menyisihkan uang untuk membeli mainan. Dan yang menjamin kelancaran rezeki adalah Tuhan, maka sudah sepantasnya kita meminta segala sesuatu kepada Tuhan. "Nah, ini salah satunya, Alloh lancarkan rezeki ayah bunda, jadi bunda uang lebih jadi bisa belikan mainan kakak." "Kalau setan bagaimana?" Pertanyaan yang khas ...

Hari 29, Tantangan 30 Hari

Hasil pelaksanaan hari ke - 29 dan rencana hari ke - 30. Hasil hari ke - 29 Rapor hari ke - 29 Rencana hari ke - 30