Skip to main content

Posts

Review 2

Bertemu dengan pekan review jurnal kembali. Kali ini saya berpasangan dengan Mbak Shinta Rini dari IP Balikpapan. Beliau seorang psikolog, bersama timnya menyoroti psikologi keluarga di masa pandemi. Tentunya sangat dibutuhkan mengingat kondisi sulit saat ini yang hampir dialami oleh semua orang di Indonesia bahkan di dunia. Pembentukan tim beliau dari co-housing semasa kelas Bunda Produktif lalu karena anggota sudah solid dengan visi misi yang telah tersepakati bersama. Meski tim telah terbentuk dengan struktur pembagian peran dan tugas masing-masing, tim tetap terbuka untuk anggota baru. Dua anggota tim melakukan kampanye, salah satunya Mbak Shinta. Ternyata setelah kampanye ada dua orang teman Mbak Shinta memiliki keresahan yang sama dan ingin bergabung ke dalam tim. Semoga timnya semakin solid dan memberikan manfaat kepada banyak orang. 

Mencari Tim yang Solid

Setelah kami belajar mencari masalah, saatnya kami belajar untuk memecahkan setiap masalah. Kami harus mencari partner yang sedang menggadapi masalah yang sama atau sudah mahir di bidang tersebut untuk menjadi sebuah tim yang solid. Untuk itu kami harus shout out masalah kami agar bertemu dengan orang yang merasakan hal yang sama.  Awalnya saya berdebar-debar apakah permasalahan yang sedang saya hadapi ini juga dihadapi oleh orang lain? Ternyata saya tidak sendirian, saya bertemu Mbak Indah, Mbak Eka (satu HIMA Bogor), Mbak Hanny (Regional Bogor), Mbak Lia (Regional Bogor), dan teman satu cohouse Mbak Lisa. Betapa bahagianya ternyata saya tidak sendiri. Bertemu dengan tim yang bukan hanya merasa senasib sepenanggungan, tetapi juga memiliki berbagai keahlian yang saling melengkapi. Semoga tim ini bisa solid sehingga mampu memberikan manfaat kepada orang banyak nantinya.  Saya memutuskan membuat text-visual campaign dan berencana memberikan voice over, tetapi ternyata tidak berh...

Review 1

Ada yang berbeda dengan perkuliahan di Kampus Ibu Pembaharu. Jika pada tahap perkuliahan sebelumnya kami hanya membuat jurnal perjalanan selama belajar, kali ini kami harus bertukar jurnal untuk saling memberikan umpan balik atas jurnal yang sudah kita kerjakan. Bikin ndredeg   nggak, sih? Wah, tentu saja. Apalagi pasangan umpan balik ini ditentukan dari tim formula. Wow, semakin greget rasanya menunggu daftar pasangan yang akan diterbitkan. Tapi semangat tidak boleh kendor, begitu daftar perjodohan keluar saya langsung menghubungi buddy  saya. Saya berkenalan dengan mbak Lailie Sawiy Anwaroh dari IP Suramadu lalu bertukar jurnal.  Setelah membaca jurnal beliau awalnya saya belum begitu memahami isi dari jurnal tersebut. Ternyata setelah saya konfirmasikan kepada beliau tujuannya masya Allah mulia sekali. Beliau memiliki misi untuk membantu para ibu lain agar maju dan berkembang dalam bisnis. Untuk itu beliau mencoba meningkatkan kualitas diri agar bisnis beliau sendiri s...

Kampus Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmaanirrahiim  Memulai kembali belajar sebagai mahasiswa di sekolah kehidupan. Kali ini sampai pada tahap Bunda Salihah yang akan berkuliah di Kampus Ibu Pembaharu.  Rasa berdebar sudah muncul semenjak masa orientasi. Kampus ini berada di Hexagon City dekat dengan lingkungan yang kami "tinggali" saat ini. Suasana asri sudah terasa dengan tema warna hijau di seluruh kampus. Dalam kampus ini diharapkan menjadi ekosistem yang baik bagi pertumbuhan bibit-bibit agen perubahan.  Kami akan belajar menyelesaikan masalah yang kami hadapi, kami akan belajar menjadi agen perubahan, kami akan belajar menjadi bagian dari solusi. Bahwa setiap ibu adalah agen perubahan. Maka diperlukan kemauan dan kemampuan yang kuat agar bisa menjadi ibu pembaharu.  Kuliah perdana kami belajar mengidentifikasi masalah kami, baik masalah sebagai individu, sebagai bagian dari keluarga, maupun bagian dari lingkungan. Kami belajar menghadapi masalah dengan kepala tegak dan menemukan solus...

Selebrasiiiii!! Yaaaaay!!!

Mendengar kata selebrasi, rasanya pengen bersorak hore. Tapi di sisi lain ada rasa yang tidak mengenakkan. Mungkin karena merasa berada di akhir perjalanan. Tetapi bahagianya menjadi mahasiswa Ibu Profesional adalah pasti akan ada tantangan selanjutnya. Inilah yang selalu menjadi penyemangat ketika sudah berada di akhir perkuliahan.  Sepanjang perjalanan banyak hal yang telah kami alami. Pada selebrasi kali ini peran saya adalah tim sorak hore. Membuat video selebrasi bersama teman-teman co-house dengan membacakan puisi. Wiiih, harus tampil di depan kamera itu wow banget meskipun rekaman. Hehehe.  Sementara di dapur cluster tim sedang menggodog persiapan selebrasi cluster hingga matang.  Saat live, meski sebagai tim hore berdebar-debar ketika menunggu video tampilan saya ditayangkan. Saat tayang, rasanya malu-malu gimanaaaa, gitu, deh. Hehehehe. Tapi, langsung menghembuskan nafas lega ketika selesai ditayangkan.  Selebrasi yang tidak biasa, hanya di sini. Karena sung...

Newstime

Tak terasa kami berada di penghujung perkuliahan Bunda Produktif. Pengerjaan project passion telah selesai, pun gegap gempitanya acara virtual conference beberapa waktu lalu. Ada rasa yang hilang, ada rasa canggung, ada rasa semangat yang mulai memudar. Tapi dengan semangat dari Founding Mother, bahwa berakhirnya Bunda Produktif berarti adalah awal peluncuran Hexagon City sebagai sebuah kota virtual pertama di Indonesia. Bangga menjadi salah satu warganya. Begitulah rasanya ketika mengikuti setiap perkuliahan di Ibu Profesional. Up and down di segala sisi, semangat, emosi, rasa. Tapi dari situlah kemampuan saya sebagai manusia semakin terasah. Menjadi manusia seutuhnya.  Saatnya berefleksi, belajar dari kesalahan yang kami buat selama menjadi warga Hexagon City.  Belajar mengambil hikmah dari setiap kesalahan yang dibuat supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena sejatinya manusia yang lebih baik adalah yang mampu belajar dari kesalahannya. 

Mencoba Hal Baru

Keriuhan open space di Hexagon City masih berlanjut. Setelah beberapa kali melompat kesana-kemari menjadi bumblebee dan sekali menjadi kupu-kupu, saya memberanikan diri untuk mendaftarkan diri sebagai speaker pekan kedua. Perasaan gado-gado menyertai sepanjang pekan ini. Berusaha menyiapkan materi sebaik mungkin supaya penjelasan saya dapat diterima dengan baik oleh audiens.  Saya memilih media WA group sebagai media saya menyampaikan materi karena sudah familiar dan masih berada dalam zona nyaman saya. Perasaan deg-degan masih mewarnai hari-hari menjelang acara saya besok. I'll do my best, may Alloh do the rest. Semoga Alloh lancarkan dan mudahkan. Aamiiin.